Derita PRT

Sepulang dari kota S , tempat majikanku yang pertama, hampir enam bulan nganggur di desa. Lama-lama aku merasa tak betah. Selain karena dikejar-kejar untuk segera menikah aku juga tidak memiliki kesibukan selain membantu ortu di ladang atau masak. Rasanya tidak ada seorang pun pemuda desaku yang menarik hati. Kalau nikah dengan mereka, pasti masa depanku tak jauh beda dengan ibuku. Aku tidak berminat. “Aku harus lebih maju dari mereka!” tekadku.
Maka aku segera cari lowongan kerja di koran. Namun dengan ijazahku yang hanya SLTP lowongan yang sesuai hanya prt (pembantu rumah tangga). Setelah pamit dan berbekal tekad menggebu akupun menuju ke alamat salah satu pemasang iklan yang tinggalnya di kota terdekat dengan desaku. Rumah itu besar. Kupijit bel di gerbang dan keluarlah wanita 40 tahunan. Yang membuatku agak terkejut, ternyata ia berwajah seperti bintang film india yang sering kulihat di teve. Ada tanda titik di dahinya.
“Benar di sini cari PRT, bu?” tanyaku.
“Benar, dik.”
“Saya mau melamar, bu,” sambungku. Ia mengamatiku sebentar.
“Mari masuk dulu, dik,” ajaknya.
“Namamu siapa? Kamu dari mana?” tanyanya. Akupun menjelaskan diriku apa adanya, kecuali tentu saja pengalamanku dua tahun menjadi prt Pak Imran.
“Baik, kamu saya terima, Sari. Dengan gaji 800 ribu sebulan, tapi kamu harus menjalani masa percobaan sebulan. Kalau tidak ada masalah akan saya pakai terus. Bagaimana?” katanya. Akupun langsung mengangguk dan terkaget-kaget mendengar gajiku itu, utk ukuran seorang prt itu lumayan besar padahal gaji 300 ribu buat seorang prt sangat tinggi menurutku. Karena dulu dengan Pak Imran pun hanya menggaji aku 250 ribu, tentu saja di luar uang jajanku.Aku sampai mengucapkan terima kasih berkali-kali kepada ibu Kumari, dan dia hanya mengangguk- angguk sambil tersenyum. Aku berpikir apa karena bekerja dengan orang asing bisa digaji lumayan besar?
Kamarku di bagian belakang. Setelah istirahat sejenak, akupun mulai membantu pekerjaan ibu tadi yang namanya ternyata Kumari, seorang keturunan India. Menurutnya ia tinggal di situ bersama suami dan 2 anak laki-lakinya yang buka toko konveksi. Seminggu bekerja di situ, aku mulai mengenal anggota keluarganya. Suami Bu Kumari bernama Pak Anand, dan dua anaknya laki-laki Vijay dan Kumar. Kalau melihat mereka sekilas aku jadi ingat artis Syahrukh Khan. Ganteng dengan tubuh tinggi tegap atletis dengan bulu-bulu di dadanya. Orang India memang terkenal cantik dan ganteng. Akupun semakin suka pada keluarga itu karena mereka ternyata ramah. Bahkan tak jarang aku diajaknya makan malam bersama semeja. Setelah beberapa hari kerja, suatu ketika sehabis makan malam ibu Kumari menawarkanku segelas minuman.
“Minumlah ini madu India, supaya kamu gak gampang cape,” ini juga sebagai suplemen” ajak Bu Kumari sambil memberiku segelas minuman berwarna kuning emas. Aku ragu-ragu menerimanya. Sementara anggota keluarga lain sudah mengambil segelas masing-masing.
“Ini memang minuman simpanan kami, Sar... Tidak boleh terlalu sering diminum, malah tidak baik. Dua minggu sekali cukuplah soalnya pengaruhnya luar biasa.. ha.. ha.. ha..!” Sahut Pak Anand disambut tawa Vijay dan Kumar.
“Kamu akan rasakan khasiatnya nanti malam Sari ,” sambung Vijay tanpa kuketahui maksudnya. Lagi-lagi disambut tawa mereka sambil masing-masing mulai minum, kecuali Bu Kumari. Akupun pelan-pelan mencicipnya. Ada rasa manis dan masamnya. Memang seperti madu, tapi setelah minum beberapa teguk aku juga merasakan badanku hangat malah agak panas. Semua menghabiskan minumannya, maka akupun juga berbuat demikian.
“Tidurlah kalau kau cape, Sar..,” perintah Bu Kumari setelah aku selesai cuci piring jam 8 malam. Tidak biasanya aku tidur sepagi itu, tapi entah kenapa aku merasa mataku berat dan perutku panas. Aku masuk kamar dan rebahkan diri. Tapi rasa panas di perutku ternyata malah menjadi-jadi dan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku tak tahan untuk tidak meremas payudaraku mengurangi rasa panas itu. Kemudian juga meremas-remas seluruh tubuh sampai seputar bawah pusar dan pahaku.
Seumur hidup aku baru mengalami gejala seperti ini, ada gejolak birahi dari dalam tubuhku, aku tidak tahu apa ini?mengapa aku ingin sekali dipeluk seorang lelaki, aku belum pernah mengalaminya. Gawat, pikirku, kalau benar itu terjadi…aku belum pernah melakukan hubungan terlarang itu karena aku berprinsip menikah dulu baru melakukan hubungan seks. Selama ini aku menjaga keperwananku agar jangan sampai direnggut sama lelaki. Belum habis pikiranku berkecamuk mendadak pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Anand. Buru-buru aku menghentikan kegiatan tanganku.
“Kamu kelihatan sakit, Sar?” tanyanya sambil duduk di tepi ranjangku.
“Eng.. eng.. tidak, pak,” sahutku pelan. Tapi Pak Anand segera tempelkan telapak tangan di dahiku.
“Benar, Sar, tubuhmu panas sekali. Kamu harus segera diobati. Cepat telungkup, biar kupijat sebentar untuk menurunkan panasmu. Jelek-jelek begini aku pintar mijat lo..” perintahnya. Dengar jawaban seperti itu aku risih sekali karena selama ini tubuhku belum pernah disentuh pria. Tapi Pak Anand membujukku terus supaya aku mau dipijatnya. Dan mungkin karena aku merasa perlakuannya seperti ortu pada anaknya maka aku menurut. Aku tengkurap dan sebentar kemudian kurasakan pantatku dinaikinya dan punggungku mulai dipijat-pijatnya. Tidak sebatas punggung, tapi tangannya juga ke arah pundak, leher, pinggang malah bergeser-geser ke kiri-kanan hingga kadang menyenggol sisi luar payudaraku. Aku diam saja, namun setelah aku merasa pantatku juga ditekan-tekan oleh alat kelaminnya, mulailah aku tak tenang. Sentuhan-sentuhan tangannya membangkitkan gejolak birahiku.Demikian pula Pak Anand saat itu, pijatannya tambah berani. Dia mulai mencoba meremasi tetekku dan kelaminnya menekan pantatku keras-keras.Walaupun dia masih memakai celana pendek sangat terasa dipantatku kalau kontolnya itu sudah ngaaceng, Aku berontak namun tak berdaya.
“Pak! Jangan, pak!” seruku sambil berupaya menyingkirkan tubuhnya. Tapi mana mampu aku melawan tubuh besar kekar itu. Selain itu entah kenapa aku malah mulai ikut terangsang. Uugghh.. aakk.. aakkuu.. malah jadi terangsang. Aku tak berontak lagi ketika dasterku ditariknya ke atas hingga tinggal beha dan CDku. Aku ditelentangkannya dengan posisi dia tetap mengangkangiku. Dibukanya t-shirt yang dipakainya juga celana tidurnya. Dan.. gila aku melihat tonjolan besar di balik CD nya dan sejurus kemudian nampaklah si tongkat penggadanya yang panjang besar sekitar 20 cm dengan diameter 4 cm! Behaku direnggutnya kasar demikian pula CDku. Tubuhku tak melakukan perlawanan apapun ketika ia menggumuliku habis-habisan. Dijilatinya seluruh tubuhku mulai dari leher terus turun kepayudara dan keselangkanganku, disitu dia sangat menikmati sambil memandang memekku yang masih perawan. Setelah itu itilku dijilat-jilatnya seperti anak kecil menikmati es krim….terus dan terus dijilatnya setelah itu ada suatu dorongan yg selama ini belum pernah aku alami, seperti ada yg mau keluar dari dalam memekku…dan…arrgghh….argghhh…..Paakkkk….arrghhh….t ernyata orgasme pertamaku. Pak Anand tersenyum puas melihatku, tenang Sar…aku akan memberimu kepuasan, aku melihat batang kontolnya yg sudah berdiri tegak dan mengeras mulai diarahkannya ke lubang memekku…. dan.. blessss… langsung aku disodok dan dientotnya,sakit sekali...! Aku ingat perkataan temanku yg pernah melakukan hubungan seksual pertama kali katanya sangat sakit bila kelamin pria menyodok ke vagina wanita dan saat ini pun akhirnya kualami. Pak Anand akhirnya berhasil memerawaniku. Keluarlah air mataku sebagai perasaan sedih atau gejolak birahi yg masih membara ditubuhku.
Entah berapa lama Pak Anand terus mengentotku keluar masuk naik turun sambil mulutnya mengenyot-ngenyot toketku. Aku hanya bisa menggeleng-geleng kenikmatan dan kelojotan merasai badai hempasannya sampai aku tak tahan lagi untuk menahan orgasme. Aku merinding lalu.. Creet.. seer.. seer.. tubuhku berkejat-kejat menumpahkan mani lagi. Pak Anand menggasakku lebih keras, tak peduli cairanku memperlicin jalannya. Besar dan panjang kontolnya tetap mampu memenuhi liang memekku. Sleebb slebb jlebb jleebb.. bunyi tusukan-tusukannya. Mungkin sekitar 30 menit telah berlalu ketika aku orgasme yg ketiga kali.. seerr.. seerr.. serr.. klenyer.. kembali aku terkejat-kejat sampai belasan kali. Sejurus kemudian hentakan Pak Anand sedemikian keras menekanku. Dalam-dalam kontolnya dibenamkan di memekku lalu pantatnya berkejut-kejut sampai belasan detik. Lalu diam terbenam. Dia ejakulasi …oughh…oughh..ahhh…crott…croottt…crott..arghhh…pej unya muncrat dimemekku.Nafas kami tersengal-sengal.
“Kamu hebat, Sar dan saya sangat-sangat beruntung bisa memerawani kamu,” bisiknya sambil mencium bibirku, “Nanti lagi, ya,” katanya tak kumengerti. Ia bangkit, mengenakan pakaiannya lalu keluar membiarkanku telentang telanjang di ranjang yg telah acak-acakan dan disprei ada bercak darah perawanku, sepertinya aku mau menjerit keras-keras karena kau kehilangan keperawananku yg seharusnya kupersembahkan untuk pria yg kucintai. Belum habis capeku dientot Pak Anand, masuklah Vijay ke kamarku.
“Permainanmu hebat banget, Sar. Aku juga mau dong..” katanya sambil mulai melepasi pakaiannya sampai bugil. Aku segera menutup tubuhku dengan selimut, tapi tak berguna karena tubuhku yg masih lemas dan sesaat kemudian ia sudah menarik selimutku juga tubuhku ke pelukannya.
“Jangan, Mas Vijay...jangan..!!,” protesku tak berdaya.
“Tak apa, Sari. Papa bilang kamu sudah diperawaninya khan? He he he..”
“Jangan, mas..” tapi suaraku hilang ditelan bibirnya yang melumat ganas bibirku. Tangannya liar merayapiku sambil mendorongku kembali terjelepak di ranjang. Ciumannya menjalar menjulur dari bibir semakin turun. Ke tetekku, pentilku, perut, pusar, pubis sampai akhirnya sampai dimemekku. Menelusup lincah memasuki gua garbaku. Mengobok-obok dalamnya. Syahwatku jadi menggelegak mengikuti irama lidah Vijay. Dia memutar tubuh sampai kami 69, mengangsurkan kontolnya ke mulutku. Gila! Lebih panjang dan besar dibanding bapaknya. Tanganku tak mampu menggenggamnya dan mulutku tak mampu menampung seluruhnya. Paling hanya separuh yang masuk. Maka perlombaan menjilat dan menghisap pun dimulai. Kami saling memuasi. Rasanya sampai berjam-jam waktu aku merasa harus menumpahkan maniku dan dijilatinya sampai tandas tuntas. Sementara milik Vijay masih tegar tegang meski licin oleh ludahku. Kemudian ia memutar tubuhnya lagi dan menusukkan kontolnya ke memekku yang sudah agak kering. Preett.. “Iiih sakit, mas..,” desisku menggigit bibir dan memeluk punggungnya karena terasa batangnya masuk begitu dalam sampai aku kesakitan.
“Sabar, Sari. Sebentar lagi juga nikmat,” bisiknya. Kupeluk punggungnya erat-erat ketika tubuhku terangkat karena sodokannya. Shlleeb shleeb shleebb.. batang kuontol besar itu menumbukku bagaikan alu menumbuk lesung. Keluar masuk, naik turun, sampai cairan nikmatku mengalir lagi sehingga rasa sakit pun berkurang. Dan kenikmatanku bertambah manakala bulu dadanya menggesek-gesek putingku. Pahaku semakin menganga lebar. Mataku terpejam-pejam menikmati remasan dan belaian tangan kekarnya di sekujur tubuh.
“Akh.. akhu mau keluar, Sariii..” Lalu jreet.. jreet.. jroot.. jrot.. jrut.. pantatnya menyentak-nyentak. Tubuhnya kaku menegang ketika pejuhnya menyemprot rahimku sampai basah kuyup. Semprotannya kuat sekali.
“Akk.. aku bisa hamil, mas,” desisku puas karena aku juga orgasme lagi.
“Jangan kuatir, Sar, kami punya obat pencegah hamil,” jawabnya sambil menggulirkan tubuhnya ke sisi. Dan.. belum Vijay turun dari ranjang, si Kumar sudah ganti menaikiku. Tubuhnya sama atletis dengan Vijay. Tapi gayanya lebih liar. Begitu Vijay keluar kamar, akupun diangkatnya supaya menduduki batangnya lalu disuruh menungganginya kencang-kencang. Tangannya ikut memegangi pinggangku dan melontarkanku naik turun. Kontolnya juga menyodok ke atas setiap pantatku turun. Gila! Tubuhku seperti mainan. Tangannya berpindah ke tetekku dan meremasinya sampai aku mendesis-desis, antara sakit dan nikmat. Hancur rasanya memekku digempur bapak dan dua anaknya yang kontolnya berukuran luar biasa. Dan.. aku kembali orgasme justru saat tubuhku dilontar ke atas, sehingga punggungku agak meliuk ke bawah merasakan tersalurnya syahwatku untuk kesekian kali.
“Sudah, mas, cukup..” pintaku karena kelelahan. Namun Kumar tak menggubris.
“Aku belum cukup, Sar. Kau harus bisa mengeluarkan pejuhku baru aku puas..” Dan lemparannya masih terus berlangsung hingga setengah jam lagi. Sampai akhirnya dia berhenti lalu tangannya menekan pinggangku lekat-lekat ke zakarnya, kemudian terasa pantatnya melonjak-lonjak menyemburkan cairan hangat. Lagi-lagi rahimku disemprot pejuh hasil ejakulasi. Tak terasa pejuh bapak dan dua anaknya memenuhi lubang memekku.
Pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Anand dan Vijay sambil membawa segelas minuman. Keduanya telanjang. “Minumlah ini, Sari, biar kamu nggak hamil,” Pak Anand menyerahkan gelasnya padaku. Akupun meminumnya tanpa pikir panjang, karena aku benar-benar takut hamil dan haus sekali setelah melayani tiga majikan ini berjam-jam. Rasanya seperti minuman kuning yang tadi kuminum. Badanku jadi hangat lagi dan.. gairahku bangkit lagi. Aku jadi sadar pasti minuman ini dibubuhi obat perangsang. Tapi kesadaranku segera hilang ketika merasa tubuhku ditunggingkan oleh Vijay. Kemudian..
Ya, malam itu secara brutal ketiga orang itu mengerjaiku semalam suntuk tanpa istirahat sejenakpun. Mereka bergantian menyemprotkan pejuh di rahimku, di perut, wajah, mulut sampai telinga dan rambutku juga. Aku mandi pejuh. Dan entah berapa kali akupun mengalami orgasme yang selalu mereka telan bergantian. Tak jarang ketiga lubangku mereka masuki bersama-sama. Lubang mulut, memek dan…. anusku!!. Tubuhku jadi ajang pesta mereka hampir 10 jam lamanya, toh selama itu aku tak merasa capai. Mungkin gara-gara minuman berkhasiat itu?
Pagi hari Bu Kumari datang dan menyeka tubuhku yang lemas lunglai tak mampu bangun.
“Maaf, Sari. Aku sudah tak mampu melayani suamiku yang hiperseks sehingga aku mencari orang pengganti,” ceritanya. Mataku masih terkantuk-kantuk karena pengaruh obat perangsang. “Moga-moga kamu betah disini, dan kami akan bayar berapapun yang kamu minta..” lanjutnya.
“Aa.. apa sudah pernah ada pembantu yang dibeginikan, bu?” tanyaku lirih.
“Sudah, Sar. Tapi kebanyakan hanya bertahan dua hari.. lalu minta pulang. Aku harap kamu kuat, ya Sar. Aku akan sediakan obat-obatan untukmu.. Ini minumlah obat untuk menguatkan dan membersihkan rahimmu,” dia mengangsurkan sebotol obat yang namanya tak kumengerti karena berbahasa asing. “Hari ini kamu boleh istirahat seharian,” lalu dia keluar kamar.
Aku pun tertidur lelap. Baru siang hari bangun untuk mandi dan makan. Bu Kumari melayaniku seperti anaknya sendiri. Kami tak banyak berbicara. Selesai makan aku kembali ke kamar. Membersihkan ranjang, mengganti sepreinya yang penuh bercak darahku dan sperma mereka bertiga. Lalu aku tidur lagi. Sampai jam makan malam tiba dan aku diundang untuk makan bersama lagi, dan minum cairan kuning emas itu lagi. Terenyuh hatiku karena dengan gaji yg menurutku besar aku hanya dijadikan budak seks oleh mereka, rasanya aku mau kabur dan mengadukan hal ini pada polisi, namun apa daya tanda2 perkosaan pada diriku tidak ada yg bisa membuktikan.Aku berpikir malah polisi menganggapku suka sama suka karena tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhku.
“Sari, kamu sudah kuat untuk melayani kami lagi nanti malam kan?” Tanya Pak Anand sambil senyum kepadaku. Aku bingung dan memilih diam.Aku hanya bisa pasrah pada nasibku yang buruk ini.
“Kamu jangan kuatir hamil, Sari. Obat kami sangat mujarab,” lanjut Vijay.
“Pokoknya selama di sini, kita mencari kenikmatan bersama Sar,” sambung Kumar sambil menyeringai nakal.
Jadilah, akhirnya hampir setiap malam sampai pagi aku melayani ketiga ayah beranak yang gila seks itu. Untung staminaku, dibantu obat-obatan pemberian Bu Kumari, cukup kuat untuk menanggung kenikmatan demi kenikmatan itu. Hingga dua bulan lamanya aku “dikontrak” mereka, sampai akhirnya mereka mulai bosan dan ingin mencari wanita lain. Aku diberi banyak uang ketika meninggalkan rumah mereka, ternyata dibalik gaji besar tersembunyi niat buruk majikanku ini.

HESTI dan Tantenya

Kamis siang itu aku bermaksud makan siang di sebuah rumah makan fast food di sebuah mall di bilangan Kuningan. Saat aku mendekati rumah makan yang aku tuju tiba2 HPku berbunyi ada sms masuk. Sambil membaca sms aku berjalan memasuki rumah makan tsb. Sampai dipintu hampir saja aku bertabrakan dengan 2 orang wanita " Eit ! sorry " kataku sa,bil menoleh sekilas ke arah mereka.
" Herry ?! " salah seorang dari mereka menegurku. Akupun memandang salah seorang dari mereka yang berbadan besar, tingginya sekitar 170 cm, lebih tinggi dari aku yang cuma 165 cm, posturnya mirip penyanyi Denada hanya dia lebih putih, wajahnya tidak terlalu cantik.
" Hesti ?! " aku setengah bertanya
" Ya, aku Hesti " jawab si cewek tadi dan kamipun bersalaman " Oh ya kenalin ini tante Rini adik papiku "
" Herry " kataku sambil menyalami wanita disamping Hesti yang berumur sekitar 45 tahin tapi kulitnya masih putih mulus.

Hesti adalah teman SMA ku di sebuah kota kecil di Jawa Tengah dan dia adalah atlet bulutangkis wanita di daerahku. Prestasinya lumayan, sering juara ditingkat Karesidenan. Kami adalah teman akrab dan kami saling curhat walau tidak pacaran. Hesti sering curhat tentang pacarnya yang sekarang jadi suaminya, kalau aku semasa SMA memang menjomblo.

" Tinggal dimana kamu sekarang Her " tanya Hesti.
" Di daerah Kalimalang dan kamu ngapain di Jakarta ? " aku balas bertanya
" Aku baru ngantar suamiku yang lagi ke Thailand bareng suami tante Rini. Datangnya sih masih seminggu lagi. Rencana aku nunggu dia sampai pulang dan aku selama disini aku tinggal dirumah tante Rini di Cipinang, mampir dong Her nih alamatnya " Jelas Hesti menulis alamat tante Rini dan disodorkan ke aku
" Ok nanti aku mampir, eh ayo makan dulu aku udah lapar nih " aku mengajak mereka makan.
" Kami baru saja selesai makan. Ok deh kami mau jalan dulu, aku tunggu lho Her " Tolak Hesti sambil pamit dan pergi.

Hari Sabtu sekitar jam 9 pagi aku pamit istriku kalau aku mau kerumah teman. Setengah jam kemudian aku udah didepan rumah tante Rini di daerah Cipinang. Tidak lama setelah aku ketok2 pagar Hesti dengan mengenakan celana jeans ketat berwarna hitam dan kaos ketat berlengan 3/4 juga berwarna hitam, sehingga tubuhnya yang gempal tapi sexy terbentuk jelas ditambah kulitnya yang putih terlihat semakin putih dengan pakaian tersebut keluar membukakan pintu dan kamipun duduk di ruang tamu.
" Kok sepi, mana tante Rini ama pembantu? " tanyaku karena hanya Hesti yang dirumah.
" Oh dia lagi ke Bogor sama tetangga kalau disini ngga ada pembantu " jawabnya. Kamipun ngobrol bernostalgia, maklum kami sudah sekitar 14 tahun ngga ketemu
"Ngomong2 berat badanmu naik berapa kilo Hes ?" tanyaku karena aku ngga bisa menahan rasa penasaran melihat perubahan bentuk tubuh Hesti.
" Dari masa SMA naik 12 kilo sekarang beratku 62 kg he..he.." jawabnya sambil ketawa lepas.
" Wow gile... untung kamu tinggi dan kamu rajin olah raga. tapi sekarang lebih kelihatan sangat sexy lho Hes " pujiku
" Makanya suamiku ngga mau cari yang lain " jawab Hesti
" Emang suamimu masih kuat lawan kamu di ranjang ? " tanyaku memancing, karena aku tahu usia suaminya lebih tua 11 tahun.
" Kalau cuma seminggu sekali sih dia masih kuat cuma 2 tahun belakangan dia terkena diabetes makanya dia mulai jarang. Akunya yang sering pusing2, makanya aku sering marah2 sendiri. Terus terang saja Her terakhir kali kami berhubungan 3 minggu lalu itupun ngga tuntas karena dia ngga kuat. Dia sering begitu Her, tiba2 burungnya turun dan ngga bisa berdiri lagi, aku sering kasihan sama dia " keluh Hesti .
" Ya itulah salah satu efek dari penyakit gula Hes, terus kamu sendiri bagaimana mengatasinya ? " tanyaku
" Terpaksa aku sering masturbasi tapi lama2 bosan, Her kamu mau tolongin aku ngga Her ? " tanya Hesti sambil duduknya pindah ke sofa panjang yang aku duduki.
"Kamu minta tolong apa Hes ?" aku balik bertanya
Hesti terdiam sejenak, dia meraih tangan kananku dan kemudian dicium, tiba2 dia memelukku "Kamu mau melakukan sama aku kan Her" bisiknya. Aku mengangguk dan terus memeluk Hesti sambil mencium pipinya. Sejenak kami perpandangan dan saling melemparkan senyum kemudian bibir kamipun berciuman "Puasi aku Her.." agak serak suara Hesti mengatakannya aku tidak menjawab hanaya tanganku membimbing tubuh gempal Hesti terlentang di sofa dan aku berlutut di sampingnya. Aku mulai mencium bibirnya sambil membelai rambutnya. Ciumanku bergeser ke arah belakang telinga Hesti dan aku menjilatnya lembut. ......ssssshhh....mulut Hesti mengeluaran desisan pelan sambil tangannya meremas2 lembut burungku yang mulai naik dari luar celana yang masih aku kenakan. Tanganku mulai mengelus dan sedikit meremas payudara Hesti, juga dari luar pakaiannya yang sengaja aku tidak berusaha melepaskannya.
"Tunggu, aku buka pakaianku dulu" kata Hesti sambil bangun untuk membuka pakaiannya
"Jangan biar aku yang membuka pakaianmu, kamu duduk aja. " aku melarang Hesti untuk membuka pakaiananya dan aku yang membuka kaosnya, nampak kulit Hesti yang begitu mulus dan dua gundukan agak besar payudaranya nampak menantang sejenak aku cium belahannya sebelum aku buka branya kemudian aku lepas bra Hesti dan dua gunung yang tadi menggunung kini agak turun tapi masih menggairahkan akupun langsung menjilat sejenak kedua putingnya yang berwarna agak kecoklatan tanganku kini mengarah kekancing jeans Hesti, setelah terbuka aku langsung menariknya kebawah bersamaan dengan CDnya dan langsung memperlihatkan memek Hesti yang montok dan berbulu tidak tebal juga sejenak mencium memek Hesti dan aku membuka pakaianku semua dan kamipun sudah telanjang bulat. Terus terang baru kali ini aku melihat kemulusan tubuh Hesti. Payudaranya yang besar memang sudah tidak kencang lagi, maklum anaknya sudah 2, tapi yang aku kagum adalah perutnya yang tidak buncit layaknya ibu2 yang sudah beranak dan berbadan gemuk, bentuk pantatnya besar dan bulat demikian juga pahanya padat berisi.
"Kenapa bengong ? Yuk dikamar aja" Hesti menegurku sambil senyum dan memegang tanganku
"Jangan, disini aja dulu. Sekarang kamu duduk diujung sofa dan bersandar " aku menyuruh Hesti dan dia mengikuti kataku dan dengan posisi ini memek Hesti lebih menonjol aku membungkuk mengelus memeknya sambil menjilati payudaranya bergantian, tangan Hestipun mengelus dan mengocok pelan burungku yang mulai tegang. Aku rentangkan kedua paha montok Hesti dan aku berlutut ditengahnya, kucium dan aku jilat2 sebentar pusar Hesti kemudian jilatanku turun ke sekitar jembutnya dan di selangkangannya.
.....hhh...geli Her...tapi terus , enak...... desahnya sambil tanganya mengelus rambutku. Lidahku mulai menjilat bibir memeknya kemudian clitnya, aku jilat sambil agak menekan dengan lidahku.....aaahhhh.....tangannya meremas rambutku sambil menaikan kedua kakinya di pinggir kursi mengangkat pantatnya sehingga memeknya lebih terbuka dan aku merasakan memeknya mulai becek sehingga terasa asin lidahku tapi ini membuat aku lebih bernafsu dan lidahku aku masukan kedalam memek Hesti membuat lendir memeknya semakin banyak meleleh saja dan lidahku semakin liar menjilati memek Hesti. Tiba2 Hesti berdiri dan aku disuruh duduk di lantai dan bersandar di sofa dan dia mendekatkan memeknya kearah mukaku sambil menaikan kaki kanannya ke sofa , tapi karena postur tubuhnya tinggi aku tidak sampai kalau posisiku duduk maka aku harus berlutut untuk menjilat memek Hesti. Akupun mulai mejilati memek Hesti sambil berlutut dan Hestipun lebih leluasa menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangi gerakan lidahku......
....terus jilat memeku Her terus....dan beberapa saat Hesti menekan kepalaku agak kuat sambil pantatnyapun ditekankan kearah mukaku kuat2 dan sesaat tubuhnya bergetar, akupun membantu menekan pantat Hesti dengan kedua tanganku sambil aku hisap2 clitnya......Heerrrr aku kluarr............ssrtt, srrt....daguku yang agak masuk kememek Hesti merasakan ada lendir agak hangat mengalirinya. Tubuh gempal Hesti yang masih agak gemetar ambruk disofa dan akupun duduk disamping Hesti sambil merangkul dan mengelus rambutnya. "Baru kali ini aku keluar banyak begini, mungkin karena udah lama aku tahan2 ya Her" katanya, aku jawab dengan mencium bibirnya yang disambut Hesti dengan permainan lidahnya didalam mulutku dan akupun mengimbanginya.
Birahi Hestipun naik lagi kini dia lebih agresif, dadaku didorong hingga aku terlentang dan kepalaku bersandar ditangan2 sofa yang empuk, tangan nya langsung memegagang burungku yang ukurannya biasa2 saja karena panjangnya ga lebih dari 15 cm dan diarahkan kemulutnya dan Hestipun mulai menghisap dan menjilat burungku dan aku menahan kenikmatan sambil mengerang....hhhggghhh.....hhhggghhh.............k esiniin pantatmu Hes..dan Hestipun menyodorkan pantatnya yang bulat kearah mukaku, kaki kirinya tetap dilantai sedangkan kaki kanannya dinaikan ke sofa sambil mulutnya tidak melepaskan burungku dan kami melakukan posisi 69.
Beberapa menit kemudian kami ganti posisi Hesti ingin diatas tapi aku tidak mau yang biasa, aku langsung duduk agak melorot disofa dan Hesti langsung ambil posisi membelakangiku sambil memegang burungku dan mengarahkan ke memeknya....hhhh....hampi bersamaan kami mengeluarkan desahan saat burungku measuk ke memek Hesti yang sudah licin oleh lendir nafsunya. Hesti mulai menaik turunkan pantatnya dan dari belakang aku memegangi dan menikmati gerakan Hesti.
Saat aku menikmati gerakan Hesti tiba2 aku merasa ada tangan halus merangkulku dari belakang seorang wanita mencium pipiku, tentu saja aku sangat kaget karena ternyata itu adalah tante Rini,
" Aduuhh..lagi asyik kok ngga ngajak2 sih Hes " katanya dan akupun langsung mendorong tubuh Hesti dan meraih pakaianku sekenanya dan menutupkannya keburungku, lebih kaget lagi ternyata tante Rini sudah tidak mengenakan pakaian lagi alias telanjang bulat, rupanya dia lewat pintu belakang yang bisa dimasuki lewat garasi dan diam2 menonton kami dari tadi dan rupanya sudah ngga tahan lagi. Hesti berbalik dan tersenyum saat melihat tantenya telanjang dan menghampirinya sambil mencium bibirnya aku makin bengong aja tapi agak tenang berarti ini aman
"Tante bikin kaget kami saja terutama Herry, ngga apa2 Her tante cuma mau ikutan, mampu kan kamu lawan kami berdua ? Biar lebih enak kita di kamar aja yuk " tantang Hesti sambil senyum dan aku jawab " mudah2an "
Kamipun masuk kekamar tante Rini yang tempat tidurnya cukup gede dari belakang aku mengagumi tante Rini yang yang tingginya hanya sekitar 158 cm. Kulitnya putih mulus lebih putih dari Hesti pahanyapun berbentuk bagus walau mulai timbul kerutan, tadi sekilas aku juga melihat jembutnya yang sangat lebat melebar dan aku yakin kalau dia pakai CD ga bisa ketutup semua dan perutnya memang sedikit buncit tapi ditutupi karena kemulusan kulitnya dengan bentuk payudara yang sedang.
Sesaat aku berdiri karena masih agak kikuk dengan tante Rini dan terbaca oleh tante Rini dan dia yang menutupinya dengan mendekatiku sambil memeluk dan menarik leherku sehingga dia bisa mencium bibirku lembut dan memasukan lidahnya kemulutku, lebih nikmat dari Hesti dan ciumannya melorot kebawah dan dia berlutut sambil menghisap pelerku sedang tangannya meremas burungku pelan, rasa kikukupun hilang berganti dengan birahi yang naik apalagi tante Rini sudah mulai menghisap dan menjilat burungku dengan lembut jauh lebih nikmat dari Hesti.
Tanganku meraih Hesti yang langsung aku cium bibirnya dan tanganku mengelus2 memek Hesti.
............................sssshhh....hhhhh....ss sshhh................
Hanya itu yang keluar dari mulut kami bertiga saat itu. Beberapa menit kemudian posisi berubah kini aku memluk tante Rini dari belakang sambil menciumi tengkuknya tanganku terus mengelus memek dan payudaranya.
Sesaat minta tante Rini telungkup dikasur dan aku menciumi punggungnya tanganku mengelus pantat dan memeknya dari sela2 pantatnya serta pahanya yang terbuka dan saat tanganku mengelus lubang pantatnya aku merasakan disekitarnya ditumbuhi bulu2 halus tangankupun merasakan memek tante Rini sudah becek oleh lendirnya.
Posisiku agak menindih dari belakang tante Rini yang masih tengkurap, Hesti hanya duduk bersandar di bagian kepala tempat tidur melihat kami,
aku terus mencium dan menjilat punggung tante Rini terus melorot kepantatnya disini tante Rini agak mengangkat pantatnya setengah menungging, aku langsung menjilat memek dan lubang pantatnya dari belakang sambil berlutut dilantai "..........aaahhh....ssshh......sini memekmu Hes....." tante Rini mengerang menahan nikmat jilatanku sambil meraih memek Hesti untuk dijilat. Hestipun menyodorkan memeknya untuk dijilat tante Rini yang sangat enak "aahh...enak tante.....sssshh" Hestipun mendesis kayak ular.
Dari mulutku aku merasakan memek tante Rini sudah sangat becek, kini aku berhenti menjilat memek tante Rini, aku mengarahkan burungku ke memek tante Rini dari belakang , pelan2 aku dorong masuk burungku kememek tante Rini yang sangat licin "......mmmhhh.....aaahhh......" sesaat tante Rini melepaskan jilatannya merasakan nikmat saat burungku masuk. Dengan penuh perasaan aku ayun maju mundur pantatku kadang aku tekan kuat2 sambil aku putar pantatku dan ini membuat tante Rini sering melepaskan jilatannya beberapa saat aku percepat ayunanku membuat tante Rini hanya memeluk erat Hesti dan saat aku tekan dan putar pantatku tante Rini langsung bergetar tangannya memeluk Hesti kuat2 dan mukanya dibenamkan ke memek Hesti ".......mmmmmmmhhh....." terdengar erangan panjang tante Rini dan burungku merasa ada cairan hangat menyiramnya. Tante Rini orgasme. Aku masih bisa bertahan. Tante Rini langsung tergeletak aku telentang dikasur dan meminta Hesti berada diatas. Hestipun sudah sangat terangsang karena dijilat tante Rini sambil menonton kami. Gerakan Hestipun langsung liar menaik turunkan pantatnya membuat pertahananku hampir jebol aku tahan terus karena aku harus memuaskan 2 wanita ini, rupanya tante Rini sudah puli lagi dan dia langsung mengangkangkan memeknya kearah mulutku yang tentu saja langsung aku jilat, becek sekali memek tante Rini, Dua wanita sekaligus berada diatasku.
Gerakan Hesti semakin cepat demikian juga tante Rini yang aku jilati memeknya iapun mengrekan pantatnya semakin cepat.
" .....aaaahh.....Herrr....." Hesti dan tante Rini hampir bersamaan mengerang dan menggoyang menekankan pantat mereka kuat2, yang satu kearah burungku sedang yang lain kemulutku, akibatnya pertahanankupun jebol, aku cengkram paha tante Rini dan "cret..cret...cret" spermaku nyemprot ke dalam memek Hesti banyak sekali sampai mengalir kembali ke jembutku.
Hening sesaat. "Gila, gila kamu Her kami bisa kalah" komentar tante Rini
"Ah pas lagi fisik bagus saja tante saya bisa begini" jawabku basa basi.
Akupun menciumi mereka satu2.
Sore aku baru pulang kerumah istirahat sebentar malamnya giliran istri minta.

Aku Rindu Ibu Sam

Sudah sebulan penuh aku nge-kos disini dan semakin hari semakin banyak yg kusuka. Selain sesama penghuni yg semuanya lelaki dgn berbagai keunikan, juga kehadiran ibu kos yg begitu membuatku tertegun. Sebenarnya dia tidak cantik, tapi wajahnya tidak pernah membuatku bosan, manis, mungkin itu istilah yg banyak dipergunakan orang. Tubuhnya, sempurna. Tidak semampai, tidak juga kecil, dgn kulit putih bersih dan senyuman anggun.Aku tahu, pak Sam suaminya, seorang dosen bertitel S2 itu, sudah sakit-sakitan. Usianya mungkin berkisar 40, tapi kalian tak akan percaya bila kukatakan dia terlihat sangat tua. Konon, selama menempuh studi di Amerika, dia terserang semacam TBC, atau bisa jadi TBC, karena terlalu sering mendekam di kamar. Dan aku tidak yakin bila beliau masih sering menjamah ibu Sam, isterinya.

Rumah kos ini berbentuk huruf T, bagian horizontalnya dihuni mahasiswa termasuk aku meskipun aku bukan mahasiswa, dan vertikalnya merupakan kediaman pak Sam, isterinya yg kerap membuatku jantungan, dan 2 anak mereka, Edo dan Ridho.

Begitulah, kebetulan jendela kamarku menghadap area jemuran. Tiap pagi aku bisa menyaksikan ibu Sam menjemur pakaian. Bila posisinya berbalik, maka aku bisa menikmati pantatnya yg aduhai, bila posisinya kebetulan menghadapku, maka belahan dadanya akan selalu terpampang bila dia menunduk mengambil potongan pakaian untuk dijejerkan di tali itu.

Mulanya aku menyaksikan semua itu dengan mengintip, karena saat itu aku masih merasa malu jika kemudian ketahuan. Namun selanjutnya, aku malah menyisihkan kain gordyn sehingga aku akan kelihatan jelas berdiri di balik kaca meskipun tidak transparan, kaca panjang itu berwarna hitam.

Hingga pagi itu, ibu Sam kembali ‘beraksi’ dgn dasternya yg berleher rendah. Aku tak lagi bisa menahan kesopanan untuk menyaksikan pemandangan berharga demikian. Kuturunkan celanaku, dan mengeluarkan penis yg sedari tadi sudah menegang. Aku membelai-belainya lembut sambil mataku tajam memelototi belahan dada bu Sam yg menggoda. Dalam bayanganku, dua benda montok menggemaskan itu sedang kujilati dan kuremas-remas perlahan. Hingga tak terasa tanganku tak lagi membelai, melainkan mulai mengocok-ngocok penisku kencang.

Tiba-tiba, bu Sam menatap ke arah jendela dan sepertinya tahu apa yg kulakukan, dia dengan refleks menutupi dadanya dengan mengatupkan ujung daster, lalu berbalik. Aduh, malunya aku. Diapun berlalu, ketika semua pakaian sudah berpindah dari ember.

Keesokan harinya, seperti biasa aku akan masuk ke rumah mereka, mengambil air es yg ada di kulkas. Aku berpapasan dgn bu Sam, sejenak ketakutan membayangi benakku.

“Ngapain om kemarin di balik jendela?”, tanyanya hampir berbisik. Dia memang memanggil semua penghuni kos dgn sebutan om, karena kedua anaknya memanggil kami demikian.

“Hmm…hmmm” , aku tentu tak bisa melanjutkan, gugup. Bagaimana kalau perempuan ini menamparku? Aku tak karuan.

Tapi dia berlalu lagi, masuk ke kamar dgn ekspresi wajah yg sulit kuprediksi. Aku masuk ke dapur, melalui sebuah lorong sepanjang 4 meter. Ruangan ini memang agak unik. Untuk menuju dapur, kita tidak melewati jalan yg cukup lapang, karena tembok kiri kanan hanya berjarak kira² 70cm. Entah apa maksudnya membuat bangunan seperti ini.

Di dapur, yg luas, aku kembali memikirkan ucapan bu Sam, namun akhirnya kubuang semua prasangka itu. Paling² diusir, pikirku. Akupun kembali hendak melewati lorong sempit itu, tapi…dari arah berlawanan bu Sam datang.

Kami berdua terjebak di pertengahan, kami harus memiringkan badan 90 derajat, hingga akhirnya berhadapan. Sempit sekali, kurasakan dada bu Sam menempel di dadaku. Darahku berdesir.

“Ibu…aa..aaku” , aku terbata-bata.

Entah setan apa yg tiba² merasukiku, kutahan tubuhnya dengan kedua telapak tanganku kutempel di dinding kiri dan kanan tubuhnya. Kami bertatapan lama sekali, aneh, kurasakan deru nafas bu Sam menjadi lebih cepat memenuhi wajahku.

“Jangan om..ntar ketauan”
“Ngga apa-apa bu, aku udah ngga tahanhh”, balasku.

Diapun pasti bisa merasakan penisku yg mengeras persis di bagian bawah pusarnya. Tanpa pikir panjang, kudekatkan bibirku ke lehernya, kuhisap perlahan, bu Sam seolah ingin memberontak, namun cengkeraman kedua tanganku di pundaknya membuatnya tak bisa bergerak kemana-mana.

Kujilati leher itu sepuasnya hingga akhirnya berpindah ke bibir indahnya, kulumat dgn berapi-api. Pada titik ini, aku sudah mulai bisa mendengar desahan bu Sam.

“Ommhhh..”, desisnya.

Tubuhku kuliukkan seperti huruf S supaya mulutku persis berada di belahan dadanya. Kubukai kancing dinas PNS nya, tersembullah payudara putih nan montok itu, dibalut bra berwarna hitam. Dgn gemas kuremas perlahan, hingga akhirnya semakin keras…

“Pelan-pelan om…”, bisiknya.

Kurenggangkan kedua kaki supaya posisiku lebih rendah darinya. Kusorong bra itu keatas hingga kedua payudaranya bebas menggelantung. Aku mulai menjilati puting sebelah kiri, sementara tangan kananku membelai-belai payudaranya sebelah kanan, lalu bergantian.

“Jangan dikasih tanda…”, mungkin maksudnya jangan ‘dicupang’, tentu saja aku mengerti.

Kuhisap, kujilat, kuremas, dan tanganku bergerilya ke dalam roknya. Kucari-cari vaginanya dan menggesek-gesek dgn jari, sesekali kumasukkan jari jauh ke dalam sana, ku-ubek² isinya lembut. Bu Sam tidak karuan, dia pasrah…

Perlahan namun pasti, vagina itu menjadi lembab dan basah. Bu Sam merem melek dgn kombinasi sentuhan-sentuhan itu. Suhu tubuhnya memanas, dan sama sepertiku, dia tak lagi peduli jika seandainya seseorang muncul di dapur, memergoki kami.

Kurogoh kantong celanaku, dari dompet kukeluarkan sebuah kondom, buru-buru kukeluarkan penisku yg sudah mengeras dan membungkusnya.

Sambil menghisap bibir bu Sam, kuangkat roknya dan menyibak celana dalamnya kesamping. Kuarahkan penisku kesana, mencoba mencari lubangnya sambil terus melumat bibir.

Ketemu…kumasukkan perlahan, sedikit demi sedikit penisku yg membesar memenuhi liang kenikmatan bu Sam. Liang yg hangat, basah, berdenyut, dan menjepit. Kusodok-sodok perlahan, makin lama makin capat, dan aku mengaduk-aduk isi vagina bu Sam membabi buta.

“Aduhhh…enaknyaa” , bu Sam berbisik jujur.

Rintihan, deru nafas, desahan, silih berganti memenuhi ruangan. Kami bertahan dengan satu posisi lama sekali karena kami tak punya pilihan gaya lain di lorong sesempit itu.

“Ohh…omm.. .enak bangetthh… “, rintih bu Sam sambil mencengkeram pinggangku keras sekali, kurasakan getaran hebat tubuhnya dan sesuatu di bawah sana menjadi sangat becek.

“Ayo om, dikeluarin, ntar Edo ama Ridho datang…ayo sayang…nih ibu bantu…”, bah…sejak kapan aku dianggap sayang. Bu Sam memang benar² membantu, diliuk-liukkannya pinggang, kurasakan batang penisku seperti dipijat, nikmat sekali…..!

Kudekap dia erat, penisku kukocok-kocok kencang dalam vaginanya hingga kurasakan aliran darahku berkumpul di satu titik, penisku, dan…

“Ahh…..”, aku berteriak tertahan menghunjamkan penisku keluar masuk vaginanya, kurasakan aliran hangat yg sangat nikmat keluar dari penisku dan memenuhi ruangan kondom yg lowong, menjadi penuh.

Aku lemas, masih kuciumi bibir dan dahi bu Sam sejurus kemudian tanpa mencabut penisku dari vaginanya.

Kubenahi bra, dan kukancingkan kembali bajunya. Dia masuk ke dapur, aku kembali ke kamarku, kami tak berkata sepatah katapun.

Hari ini, dia menjemur pakaian seperti biasa. Ajaib, dia tak menggunakan bra. Kuperhatikan juga lekuk pantatnya yg tidak menggambarkan segitiga, ah…dia juga tidak memakai celana dalam.

Aku berpura-pura keluar dari kamar, menuju dapur, kulihat dia kemudian mengikutiku. Di dapur itu, aku memangsanya habis-habisan, karena aku memberikannya layanan berbagai posisi.

Lucunya, setelah selesai, kami tak mengucapkan sepatah katapun, kubenahi bajunya, kucium bibirnya, dan aku berlalu. Dia berjalan ke kamarnya.

Di lain hari, ketika sedang menjemur, kutarik dia ke kamarku, tentunya setelah melihat kiri kanan aman. Kujatuhkan di kasur, kurenggangkan kedua pahanya, aku memberikan service oral sex yg menggelora, masih kuingat bagaimana dia menjambak rambutku dan wajahnya terlontar kesana kemari ketika dgn ganas lidahku menari-nari pada kelentitnya, kujilati, dan kuhisap vaginanya.

Sama, setelah dia kelelahan, dia akan keluar dari kamarku tanpa sepatah katapun, aku hanya tersenyum memandanginya menghilang di belokan. Aku senang membuatnya ketagihan…

Dua tahun aku melayaninya, yah aku sebut melayani, karena sebenarnya dialah yg lebih menikmati semua itu, aku belum menemukan sesuatu yg luar biasa darinya, pun begitu, aku sangat merindukannya. 

Istri Kakakku Yang Kesepian

Sebut namaku Dede, semasa kuliah aku tinggal bersama kakakku Deni dan
istrinya Dina. Aku diajak tinggal bersama mereka, karena kampusku
dekat dengan rumah mereka, daripada aku kost. Usiaku dengan Kak Deni
selisih 5 tahun dan Dina 2 tahun lebih tua dariku.

Karena Kak Deni bertugas di kapal, ia sering jarang di rumah. Sering
kulihat Dina kelihatan kesepian karena ditinggal kakakku. Kuhibur dia
dan akhirnya kami sering bercanda. Lama-lama Terkesan kalau Dina
lebih dekat ke aku dibanding Kak Deni. Karena Kak Deni jarang pulang
akhirnya kami sering keluar jalan-jalan. Dan terkadang kami nonton
bioskop berdua untuk menghilangkan rasa sepi Dina. Sering Dina dikira
pacarku, tentu aku jadi bangga jalan dengannya. Seluk beluk di
dirinya membuat mata terpikat dan tak lepas melirik. Keesokan harinya
sepulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku bingung ada apa dan
kemana Dina. Sesaat kulihat di celah pintu kamarnya ada cahaya TV.
Segera kucek apa ia ada di kamar. Kubuka pintunya, sesaat kuterdiam,
terlihat di TV kamarnya adegan yang merangsang, sekilas kulihat Dina
sedang terlentang dan ia kaget akan kehadiranku. "Maaf Mbak!" sahutku
dengan tidak enak.

Lalu kututup pintu kamar dan keluar. Sekilas teringat yang sekilas
kulihat tadi. Dina sedang asyik memainkan buah dadanya yang besar dan
daerahnya yang indah dengan sebagian kulit yang tak tertutup sehingga
memamerkan beberapa bagian tubuhnya. Sesaat beberapa lama di dalam
kamar. Rasanya kuingin menonton yang Dina tonton tadi. Lalu kusetel
CD simpanan di kamarku. Tampaknya birahiku muncul melihat adegan-
adegan itu, sesaat terlintas yang dilakukan Dina di kamarnya.
Tubuhnya merangsang pikiranku untuk berkhayal. Akhirnya seiring
adegan film aku berkhayal bercinta. Kukeluarkan penisku dan
kumainkan. Sesaat aku kaget, Dina masuk ke kamarku. Rupanya aku lupa
mengunci pintu. Ia terlihat terdiam melihat milikku. Wajahnya tegang
dan bingung. Sesaat kami sama-sama terdiam dan bingung.

"Ma.. maaf, ganggu ya," tanya Dina dengan matanya yang menatap
milikku.
"Eh.. enggak Mbak, a.. ada apa Mbak," sahutku dengan tanganku yang
masih memegang milikku.
"Nggak, tadi ada apa kamu kekamar?" tanya Dina dengan bingung karena
kejadian ini.
"Oh itu, sangkain aku rumah kosong, aku nyari Mbak," sahutku sambil
kumasukkan milikku lagi.
"Kamu nonton apa?" tanya Dina lalu melihat film yang kusetel.
"I.. itu.. sama yang tadi," sahutku dengan isyarat yang ditonton Dina
di kamarnya.
Dina terdiam sesaat sambil melihat film.
"Maaf Mbak, boleh pinjem yang tadi nggak?" tanyaku dengan malu.
"Boleh, kenapa enggak?" jawab Dina.
"Mau minjem Mbak... apa mau nonton di sini?" tawarku kepada Dina.
"Sekalian aja deh, biar rame," jawabnya.

Adegan demi adegan difilm kami lewati, dan beberapa kali kami
mengganti film. Kami juga berbincang dan mengobrol tentang yang
berhubungan di film. Mungkin karena kami sering berdua dan bicara
dari hati ke hati akhirnya kami merasakan ada kesamaan dan kecocokan.
Kami tidak canggung lagi. Rasanya kami sama-sama menyukai tapi kami
sadari Dina milik kakakku. Kami akhirnya biasa duduk berduaan dengan
dekat. Sering dan banyak film kami tonton bersama. Kami akhirnya
mulai sering melirik dan bertatapan mata. Sesaat saat film berputar
tanpa kami sadari, tatapan mata kami membuat bibir kami bersentuhan.
Tampaknya gairah kami sama dan tak bisa dibendung dan kami tergerak
mengikuti iringan gairah dan birahi. Aku pikir ciuman tak apalah,
akhirnya bibir dan lidah kami saling bersaing. Nafsu membuat kami
terus berebutan air liur.

Beberapa lama kami nikmati kejadian ini, kemudian kami tersadar dan
berhenti. Kami hanya bisa diam dalam pelukan. Mata kami tak sanggup
bertatapan. Rasanya bingung. Cukup lama kami berpelukan sampai
akhirnya kami duduk biasa lagi. Kehangatan tubuh dan sikap Dina
memancing birahiku. Beberapa lama kami tak bisa mengeluarkan kata-
kata. Perlahan kubuai rambut panjang Dina. Tampaknya ia menyukainya.
Perlahan tanganku mengelus pundaknya. Sesaat kami bertatapan lagi.
Wajahnya dewasa dan cantik, kurasakan wajah yang mengharapkan
sentuhan dan kehangatan. Kurasakan isyarat dari Dina untuk berciuman
lagi. Tanpa basa-basi kulahap bibirnya, ahh nikmat rasanya. Bibirnya
terasa lembut di bibirku. Lalu dada kami saling berhadapan. Sekilas
kulihat buah dadanya yang besar. Lalu kupeluk Dina dengan maksud
ingin menyentuh dan merasakan miliknya.

Sesaat kurasakan miliknya di dadaku, besar, empuk dan besar. Perlahan
tanganku mengelus-elus pahanya yang lembut dan halus. Sebagai
penjajakan kuelus selangkangannya, tampaknya ia menikmatinya.
Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda ia menyukainya. Tanpa
menunggu aku segera meraba-raba daerah sensitifnya. Sesaat tanganku
ia raih dan ia giring ke dadanya. Ahh, akhirnya kurasakan buah dada
yang besar di dekapan tanganku. Sesaat kurasakan milikku didekap
tangan Dina, ahh rasanya aku menikmatinya. Perlahan tangannya
memainkan, nikmat rasanya. Perlahan kulepaskan tangan Dina dari
milikku. Kubuka sebagian celanaku sehingga milikku menghunus tegap.
Kuraih tangannya dan kuarahkan ke milikku. Sesaat tangannya mendekap
milikku, ia mainkan lalu beberapa lama kemudian wajahnya menuju ke
milikku dan ia hisap. Ah, lembutnya mulut Dina. Rupanya ia suka
menghisap milikku. milikku keluar masuk di mulutnya secara perlahan
seiring tangannya yang mengayun-ayun milikku.

Perlahan kuangkat kaosnya sehingga terlihat buah dada yang tertutup
bra. Kuraih kaitannya dan kulepas. Perlahan tanganku menyusup di
branya lalu meraba dan meremas buah dadanya yang besar, halus dan
lembut. Kurasakan putingnya yang kenyal mengeras, dadanya pun
mengeras. Lalu tanganku menuju celana pendeknya dan kubuka bersama
celana dalamnya. Ahh, indah tubuhnya bila tanpa pakaian dan sangat
merangsang. Pinggangnya yang ramping dan pinggul yang lumayan,
kulitnya putih bersih dan mulus. Kuelus-elus bokongnya yang halus dan
lembut. Pahanya kuraba lalu bulunya dan tonjolan sensitifnya. Seiring
hisapannya kumainkan bibir vagina yang sudah basah perlahan jariku
masuk ke liang vaginanya. Kurasakan lembut di jemariku, nikmat
rasanya."Dede.. oouuhhh..." ucapnya seiring jariku yang tertancap di
liangnya. Sesaat kemudian kurasakan gerakan mulut dan nafasnya tambah
cepat. Kurasakan air liur Dina membasahi milikku.

Cukup lama mulutnya bermain sampai ku tak tahan menahan
maniku. "Mmmhhh..." ucap Dina seiring semburanku di dalam mulutnya.
Kurasakan mulutnya tetap menghisap milikku, lalu maniku dan terus
sampai beberapa lama. Kemudian bibirnya selesai bermain. "Udah De?"
sahutnya dengan isyarat apakah aku puas. Aku tersenyum melihat wajah
cantiknya yang memucat dan merangsang. Rasanya milikku belum puas
masuk di mulutnya. Kemudian ia terbaring dengan jariku yang masih
masuk di liangnya. "Mbak yang ini belom," sahutku dengan isyarat
jariku yang keluar masuk di liangnya."Emang kenapa?" tanyanya dengan
isyarat wajah yang menanyakan apa keinginanku. Kemudian kubuat posisi
bersetubuh. Kaki Dina mengangkang lebar dan terangkat seakan siap
bermain. Bibir vagina yang agak merah terlihat jelas olehku. Milikku
yang terhunus akhirnya menyentuh bibir vaginanya yang lembut yang
sudah basah. Perlahan kumasukkan dan akhirnya hilang tertelan di
liang Dina yang lembut.

"Mmhhh...." desah Dina dengan dagunya yang perlahan terangkat dan
telapak kakinya memeluk pinggulku. Milikku keluar-masuk diliangnya
dan dada Dina membusung seakan tidak kuat merasakan kenikmatan
sentuhanku. "Ooouuhh... ooouuhhh..." berulang desahan itu Dina
keluarkan. Beberapa lama kurasakan nikmatnya tubuh Dina. Perlahan
kurasakan pinggul Dina bergerak sehingga mempercepat gesekan penis
dan liangnya. Sessat ia dekap tubuhku. Tubuhnya menegang. "Dede..."
ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahhh Kurasakan penisku didekap
kuat liang Dina. "Ooouuuhh," desah nikmat Dina. Kulihat Dina mulai
melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat seakan tubuhnya
santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat. Ahh,
puncakku disaat penisku masih di dalam liang Dina. Aku tak dapat
menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Dina. "Ooouuuhhh..." desah
Dina mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus.
Tampaknya Dina tak menolaknya. Tubuhku belum puas menikmati tubuhnya.
Terkadang tanganku menikmati dada dan putingnya. Dan beberapa kali
kami berciuman lagi. Aku tak peduli walaupun bibirnya bekas milik dan
maniku karena benar-benar nikmat.

Sampai tenaga kami pulih, kurasakan dekapan liang Dina yang agak
mengering basah lagi. Lalu kami bermain lagi. Ini terus kami lakukan
sampai kami tak kuat dan tidur kelelahan. Esoknya kami tersadar dan
kami mandi bersama. Tampaknya kami menyukai kejadian kemarin. Rasa
bersalah hilang karena Kami rasakan kecocokan, dan kami teruskan
hubungan ini. Karena kakakku jarang di rumah kami sering berdua,
tidur bersama dan mandi bersama dengan sentuhan-sentuhan yang nikmat.
Ini menjadi rahasia kami berdua seterusnya. sampai aku memiliki istri
dan sama-sama mempunyai anak kami terus berhubungan.

Model Cantik ini Bernama He Jing

Name: He Jing
English name: MOMO
Birthday: June 4
Home: Hebei Handan
Height: 166cm
Weight: 44kg
Blood Type: O
Measurements: 86 59 88 CM
Shoe size: 38
Constellation: Gemini
Hair Color: Black
Favorite Music: see mood
Favorite Star: Audrey Hepburn
Favorite Movie: About Love
Favorite TV: Drama
Favorite Sports: Hot Yoga
















Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi , Kini Menjadi Misteri

Sosok misterius itu muncul beberapa saat sebelum Merapi memuntahkan isi perutnya, Selasa (26/10/2010) lalu. Ponimin --orang yang diminta GKR Hemas menjadi juru kunci Merapi menggantikan Mbah Maridjan-- dan istrinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya yang terletak di Dusun Kinahrejo atau kurang lebih 100 meter dari rumah Mbah Maridjan.

Ponimin, 50-an tahun, memegang gepokan uang sebesar Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 15 juta diberikan isterinya untuk membayar hutang bisnis kayu yang ditekuninya selama ini. Sedangkan sisanya, Rp 10 juta baru saja akan dimasukkan ke tas ketika suara gemuruh tedengar dari Merapi.

Ponimin dan istrinya bangkit dari duduknya. Bukan untuk mengungsi. Ponimin bergegas menuju kebun untuk mengambil daun awar-awar dan dadap serep. Dua daun itu dipercaya bisa digunakan untuk tolak bala. Sedangkan istrinya, Yati, keluar rumah membaca ayat suci al Qur’an.

Saat itulah, Yati berkisah, dirinya dikejutkan kemunculan sosok misterius. "Tiba-tiba ada sosok tua berpakaian Jawa berdiri di depan saya. Orang itu mengatakan akan mengobrak-abrik keraton Yogya,” cerita Yati kepada GKR Hemas yang menemuinya di rumah pengungsiannya di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (28/10) siang.

Dengan sedikit gemetaran Yati pun mencegah keinginan sosok orang tua gaib itu. "Ojo (jangan),” kata Yati.

Sosok orang tua dengan api menyala-nyala di belakangnya itu kemudian menghilang. Yati pun masuk ke dalam rumah karena dari atas Gunung Merapi ia melihat ada api yang meluncur ke bawah. Pun Ponimin. Keduanya pun berlindung di dalam rumahnya bersama anak-anaknya. Mereka bersembunyi di dalam kamar.

Hawa panas tiba-tiba menerjang disertai angin kencang dan debu. Di dalam rumah, keluarga ini masuk ke kamar dan berlindung di balik rukuh (mukena) milik Yati.

“Kami selamat, meski api berkobar-kobar di sekeliling kami. Atap rumah beterbangan. Kaca-kaca jendela pecah,” cerita Yati.

Setelah awan panas reda, mereka bergerak ke luar rumah. Namun tanah yang diinjak terasa panas. Mereka berhasil naik mobil di halaman rumah yang selamat dari amukan awan panas. Namun baru berjalan beberapa meter, ban mobil pecah karena meleleh. Mereka kembali masuk rumah.

Di dalam rumah mereka mengumpulkan tujuh bantal dan satu sajadah. Benda-benda itulah yang kemudian dijadikan “jembatan” untuk keluar dari rumah, menuju tempat aman.

Agak jauh dari rumah, mereka ditolong Tris, tetangganya yang juga selamat dan kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho di Pakem. Rukuh yang menyelamatkan nyawa Ponimin dan keluarganya itu kini disimpan. “Sudah ada yang nawar Rp 40 juta. Namun tidak saya kasih,” kata Yati.

Ponimin dan keluarga memilih kini mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini. Selama mengungsi, dokter Anna merawat luka bakar di telapak kaki Ponimin. Akibat kedua telapak kakinya yang melepuh, Ponimin hingga saat ini hanya bisa duduk dan berbaring di kasur.

Di pengungsian ini, Yati masih bertanya-tanya, siapa gerangan sosok orang tua misterius yang muncul sebelum Merapi mengamuk itu.
|Link|

Selain Sebut Kaskus Sebagai WC, Olga Juga Hina Iwan Fals 'Sesepuh Gembel'

Olga Syahputra yang bernama asli Yoga Syahputra sepertinya menjadi presenter yang paling rajin membuat kontroversi. Bulan Juni lalu, Olga yang lahir pada tanggal 8 Februari 1983, membuat ulah dengan mengusir Richie 'Five Minutes' dari atas panggung acara 'Dahsyat' hingga akhirnya band Five Minutes tak sudi lagi tampil untuk acara musik di RCTI tersebut. Ternyata ada yang lebih parah lagi. Dalam acara 'Online' yang tayang di Trans TV, Olga pun berani menghina penyanyi kawakan Iwan Fals dengan sebutan sebagai 'sesepuhnya gembel'.

Berawal dari acara 'Online' dimana hadir Klanting, pemenang ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2010 yang digelar Trans TV sebagai bintang tamu. Dalam acara itu, Olga bertanya kepada Klanting, "Impian apa yang belum tercapai?",. Klanting pun menjawab pertanyaan Olga, "Bertemu dengan Iwan Fals". Tanpa disangka, Olga lalu tertawa dan berkata, "hahaha..ketemu dengan sesepuhnya gembel!". Entah apa maksud perkataan Olga ini, padahal dia tahu kalau Iwan Fals adalah sosok yang fenomenal dengan jutaan penggemarnya.

Ternyata tingkah kelewatan Olga menghina dan mencela orang bukan disitu saja. Saat masih bersama Luna Maya membawakan acara 'Dahsyat' di RCTI, Luna sempat menyampaikan berita duka cita atas musibah gempa yang terjadi di Chili. Lalu Olga dengan entengnya tanpa memikirkan musibah tersebut langsung berkata, 'Hah? Chili? Sambeeel Kaliii!". Masih ada lagi, Olga juga pernah menyebut Kaskus sebagai WC (tempat buang air/kotoran). Begini ucapan Olga, "Kaskus?..WC kalii!!". Entah sengaja atau tidak, sepertinya Olga masih harus banyak introspeksi diri lagi.

Olga juga pernah mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Penyebabnya adalah saat Olga sedang membawakan acara 'Dahsyat' di RCTI pada hari Jumat, tanggal 1 Mei 2009, Olga yang latah langsung menyebut alat kelamin pria saat ia menyaksikan aksi Limbad 'The Master' dalam acara tersebut.

Kebiasaan Olga yang suka mencela orang lain secara refleks, sepertinya malah menyulut kontroversi di masyarakat. Banyak yang suka, tapi banyak juga yang membencinya. Padahal jika diingat perjalanan karier Olga hingga bisa seperti sekarang, bukanlah hal yang mudah.
Olga Syahputra dulu, hanyalah bagian dari penggemar yang sering meminta tanda tangan serta foto bareng artis idolanya. Hanya keberuntungan menghampiri Olga saat dirinya ditawari bermain di film 'Lenong Bocah'. Sayangnya pria berdarah Padang-Jawa ini diharuskan ikut latihan terlebih dahulu di Sanggar Ananda. Karena tak punya uang, Olga akhirnya terpaksa menjual kulkas demi membayar kursus di Sanggar Ananda. Beruntung ada Bertrand Antolin, sahabat Olga yang kemudian mengulurkan bantuan dengan membelikan Olga kulkas baru. Jika mengingat kejadian ini, apakah Olga masih tega menghina dan mencela orang lain? walaupun itu hanya untuk hiburan.
|Link|

Kelly Osbourne Topless Berbalut Cat Emas

Setelah bobot tubuhnya turun secara drastis semakin berkurang dengan diet dan mengubah gaya hidup, Kelly Osbourne lebih ramping dari sebelumnya. Dengan tubuh seksinya itu, kontestan "Dancing With the Stars" ini pamer penampilan foto topless.

Setelah menjadi bintang reality TV, Kelly merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya daripada sebelumnya. Kini, Kelly telah memutuskan untuk tampil semi telanjang dalam sebuah kampanye iklan terbaru.



Mantan bintang pop yang baru berusia 26 itu merayakan sosok indahnya dengan berpose hampir telanjang dalam balutan cat emas gaya Shirley Eaton Bond dalam film "Goldfinger".

Fans dari film 007 tahun 1964 ini akan mengingat karakter Eaton yang diperankan Jill Masterton yang akhirnya meninggal di sofa merah setelah dicekik lalu ditutupi cat emas oleh penjahat Oddjob.

Kelly dibujuk untuk menanggalkan pakaiannya untuk menandai peluncuran Sky HD yang mencapai lebih dari 50 saluran dalam siaran tinggi.

"Aku suka menonton TV di HD, Anda benar-benar dapat melihat segala sesuatu dalam detail yang lebih banyak dan itu membuat segalanya tampak jauh lebih baik. Meskipun jika Anda berada di sisi lain dari efek kamera maka tekanan yang Anda rasa dapat digunakan untuk memastikan Anda terlihat baik," katanya yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (28/10/2010).

"Karena berat badanku turun drastis, aku lebih percaya diri di depan kamera. Ini bukan hanya perayaan untuk Sky HD, tapi bagi diriku juga," sambungnya.


Kelly semakin langsing berkat gaya hidupnya yang berubah, yaitu mengikuti karbohidrat rendah, diet bebas gula, mengudap makanan yang kaya protein dan sayuran, dan menghabiskan tiga hari seminggu di gym dan berjalan selama 30 menit di atas treadmill.

"Dibandingkan dengan sebelumnya, sekarang cara makanku benar-benar berbeda. Aku tidak makan junk food. Aku tidak memiliki itu (junk food) di rumahku lagi. Aku lebih baik mengudap sekantong wortel daripada sekantong keripik," tutupnya.
Sumber :http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/28/29/387537/wow-kelly-osbourne-topless-berbalut-cat-emas

"Jika Tidak Taubat, Ariel Akan Dibinasakan"

Keinginan Ariel untuk bertaubat mendapat respons dari Front Pembela Islam (FPI) Bandung. Tapi jika Ariel tidak taubat, maka akan ‘dibinasakan’.

Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Bandung, KH Hilman Firdaus mengatakan, jika memang benar Ariel ingin bertobat, FPI menjamin keselamatan Ariel di Bandung.

Meski secara proses hukum Ariel dinyatakan bersalah, kata Hilman, dia tetap bisa tinggal di Bandung kalau memang bertaubat.

"Saya ingin meyakinkan apakah Ariel benar-benar bertobat. Kalau tidak bisa dibina, artinya tidak tobat, ya dibinasakan. Dalam artian tidak boleh tinggal di Bandung," kata Hilman di depan Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, Rabu (27/10/2010).

Tersangka kasus video porno, Nazriel Irham alias Ariel ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru Jalan Jakarta, setelah berkas kasusnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bandung, Rabu, 20 Oktober 2010. Di Rutan Kebon Waru, Ariel ditempatkan di Blok B. Ia berbaur dengan tahanan lainnya sambil menunggu proses persidangan.

Ariel dipindahkan ke Bandung oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, setelah Kejaksaan Agung menyatakan berkas kasusnya telah lengkap. Berdasarkan locus delicity, tempat kejadian berada di Bandung. Ariel dan tersangka lainnya Reza Rizaldy alias Redjoy diduga telah menggandakan dan menyebarkan video berisi adegan mesum.

Ariel akan disidang bukan karena pelaku video asusila. Kepada vokalis Peterpan ini dikenakan dakwaan pasal 29 UU No 44 Tahun 2008  tentang Pornografi jo pasal 56 KUHP, pasal 27 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo pasal 56 KUHP, serta pasal 282 ayat 1 KUHP jo pasal 35 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2010/10/27/33/386946/jika-tidak-taubat-ariel-dibinasakan

Patah Kaki Terparah Dalam Sejarah Sepakbola

Inilah dia cedera-cedera patah kaki dalam sejarah sepakbola, yang terjadi pada pemain bintang saat berlaga bersama timnya dan terekam oleh kamera. Sangat mengerikan, tapi itulah resiko dalam berolahraga, khususnya adalah sepakbola.










Terraforming Mars : Gagasan Merubah Mars Menjadi Bumi Baru

Konsepsi mengenai Planet Mars yang telah diterraformi
Ketika bumi semakin tidak bersahabat bagi kelangsungan hidup umat manusia, maka kita harus melakukan eksodus, mencari tempat lain yang lebih layak untuk ditinggali. Mungkin ini yang akan di lakukan oleh manusia bumi di masa depan. Namun, kemanakah tujuan kita?

Langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal baru bagi manusia selain di bumi ialah dengan cara mencari planet yang dapat dihuni itu sendiri. Masalahnya, perkara mencari planet yang dapat dihuni di luar sana tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Planet Mars dan Europa (bulan Jupiter) merupakan obyek di tata surya kita yang diklaim bersahabat bagi kehidupan manusia karena diyakini memiliki sumber kehidupan, yaitu air.

Tetapi kehidupan kompleks manusia tidak hanya bergantung sepenuhnya pada air, bukan? Bentuk topografi, atmosfer, temperatur dan komposisi udara merupakan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk dapat menopang kehidupan, suatu planet harus memiliki berbagai kemiripan dengan bumi. Dan di tata surya kita, selain bumi belum ada yang benar-benar dapat kita tinggali.

Mencari planet di luar tata surya (exoplanet) merupakan usaha yang ditempuh oleh para astronom. Mencari planet layak huni di luar tata surya tentunya lebih menyulitkan lagi. Ada beberapa cara untuk mencari planet yang beredar pada bintang induknya di sistem tata surya lain. Teknik pencarian exoplanet seperti Spektroskopi Doppler, Astrometri, maupun fotometri adalah beberapa metode yang digunakan. Bahkan badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini telah meluncurkan wahana Kepler untuk membantu mencari jejak-jejak exoplanet di luar sana.

Sejauh ini, dari jajaran exoplanet yang berhasil ditemukan, hanya Gliese 581 d lah planet yang benar-benar menjanjikan. Gliese 581 d atau yang kerap dijuluki sebagai Super Earth merupakan exoplanet sejauh 20 tahun cahaya di rasi bintang Libra. Ia memiliki massa tujuh kali dari bumi dan mengorbit di zona layak huni pada suatu bintang katai merah yang massanya hanya sepertiga Matahari.

Mencari planet layak huni bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapat tempat tinggal baru bagi anak cucu kita di masa depan. Salah satu gagasan yang terdengar cukup hebat ialah dengan membuat planet yang dapat dihuni. Ya, kita membuat sendiri planet seperti bumi yang layak ditinggali!

Bagaimana caranya? yaitu dengan Terraforming.

Terraform (berarti “membentuk Bumi”) adalah proses bersifat hipotesis yang mengubah atmosfir, temperatur, topografi permukaan atau ekologi menjadi mirip dengan Bumi sehingga dapat dihuni oleh manusia. Dengan melakukan terraform pada suatu planet yang dituju, maka akan merubah kondisi planet tersebut sehingga dapat menopang kehidupan manusia. Mars, planet tetangga kita ialah salah satu kandidat terbaik untuk melakukan ini semua.

Konsepsi artis mengenai proses terraform Mars dalam 4 tahap pembangunan.
Mars adalah planet di tata surya kita yang cukup bersahabat bagi kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bukti bahwa pada masa mudanya Mars bersuhu hangat dan memiliki air yang melimpah. Kemungkinan CO2 yang digunakan untuk menghangatkan planet tersebut di masa silam masih tersimpan di sana. Begitu pula dengan air, mungkin masih tersimpan di tanah beku maupun tudung kutubnya.

Atmosfer Mars dapat diciptakan dengan melepas CO2 yang membeku di tanah dan tudung es kutub. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memuntahkan gas rumah kaca yang kuat. Mungkin bagunan-bangunan khusus akan dibangun untuk memuntahkan gas rumah kaca tersebut. Sementara cermin-cermin raksasa yang disebar di sana akan memfokuskan sinar matahari ke es agar air mencair.

Ketika CO2 terlepas, kehangatan Mars akan meningkat dan mendorong tekanan ke atmosfer sehingga air pun mengalir. Kemudian dengan menebarkan benih-benih tumbuhan perintis seperti alga dan lumut kerak, serta menebar mikroba dapat menciptakan tanah organik dan menambah sedikit oksigen ke atmosfer. Dengan demikian rencana penghijauan dengan menanam bibit untuk menciptakan hutan beriklim maupun hutan boreal dapat segera dilakukan.

Ketika tumbuh-tumbuhan mulai menghiasi Mars, kebutuhan energi untuk pemukiman segera dibangun. Tenaga nuklir mungkin sebagai pilihannya. Karena sedikitnya oksigen, penduduk Mars mungkin akan tetap beraktifitas dengan alat bantu pernafasan nantinya.

Mungkin seperti inilah gambaran manusia Mars di masa depan.
Namun itu semua bukanlah pekerjaan instan, perlu waktu beratus-ratus tahun untuk menyulap kondisi Mars menjadi seperti Bumi dan tentu saja, biaya yang besar. Walaupun terraforming ini masih sekedar gagasan yang bersifat hipotesis, nampaknya cukup ditunggu untuk benar-benar direalisasikan ya!(Dipta)

Sumber : http://dipta-jurnal.net/terraforming-mars-gagasan-merubah-mars-menjadi-bumi-baru.html#more-548

Foto Mantan-Mantan Kekasih Cristiano Ronaldo

Berikut ini adalah foto-foto Wanita yang pernah menjadi kekasihnya pemain bola termahal di dunia saat ini, Cristiano Ronaldo:
BIPASHA BASU, MODEL INDIA

GEMMA ATKINSON

INI KEELEY HAZEL

MERCHE ROMERO

NEREIDA GALLARDO

NIKI GHAZIAN

Sumber : http://unikboss.blogspot.com/2010/10/mantan-mantan-kekasih-cristiano-ronaldo.html

Hati-Hati Jika Memakai Toilet Umum

Toilet umum adalah tempat yang kadang tidak menyenangkan untuk dikunjungi karena khawatir tertular kuman, kursi toilet yang basah, kertas tisu yang kotor atau tidak ada tisu serta kurangnya desinfektan. Ketahui cara aman menggunakan toilet umum.

Kondisi ini membuat orang khawatir atau risih menggunakan toilet umum. Tapi pada kondisi tertentu mau tidak mau seseorang akan menggunakan toilet umum baik yang terdapat di mall, restoran atau tempat umum lainnya.

"Kondisi toilet umum yang kotor memang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau mikroorganisme lain," ujar Philip Tierno, Jr, PhD, direktur mikrobiologi di NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Prevention, Kamis (28/10/2010).

Untuk itu ketahui cara aman menggunakan toilet umum, yaitu:

1. Usahakan untuk menghindari kamar mandi tengah, karena umumnya tempat tersebut terkumpul lebih banyak bakteri. Cobalah pilih kamar mandi pertama yang kemungkinan masih lebih bersih dan tidak banyak mikroorganismenya.

2. Jangan meletakkan tas atau dompet di lantai kamar mandi, meskipun lantai terlihat bersih. Jika terdapat gantungan letakkan tas di sana atau gantungkan tas di bahu jika memang tidak ada tempat untuk menaruhnya.

3. Sebelum digunakan, lap terlebih dahulu dudukan toilet dengan menggunakan tisu.

4. Tarik celana atau rok hingga mencapai betis untuk menghindari terkena semprotan air, tapi jangan terlalu rendah karena berisiko menyentuh lantai kamar mandi.

5. Bersihkan dan lap bagian kemaluan saat masih dalam posisi jongkok, kondisi ini untuk mencegah bagian tubuh lain atau pakaian terkena kotoran.

6. Usahakan untuk membilas (flush) toilet ketika akan keluar dari kamar mandi, hal ini untuk menghindari mikroorganisme dari air toilet menempel di tubuh.

7. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan secara menyeluruh dengan menggunakan air mengalir dan sabun, tapi jangan lupa untuk mengeringkannya dengan menggunakan tisu atau pengering elektrik.
| http://www.detikhealth.com/read/2010/10/28/074846/1477076/766/cara-aman-pakai-toilet-umum?l991101755 |

Suasana Mentawai Setelah Tsunami

Gempa 7,2 skala Richter mengguncang, lalu disusul tsunami ratusan meter menggulung sejumlah tempat di Kepulauan Mentawai. Ratusan tewas, ratusan pula yang hilang. Medan yang sulit membuat pasukan penyelemat, pengirim bala bantuan, tak bisa datang lekas. Gambar dari lokasi pun tak sampai ke publik secepat yang diharapkan.

Di pusat pemerintahan, sejumlah kejadian membuat kita termangu. Ada pencabutan peringatan tsunami yang terlalu dini. Ada pula menteri yang sibuk mengklaim tak ada kesulitan komunikasi di Mentawai.

Mari kita tengok Mentawai. Doakan saudara kita, bantu mereka dengan berbagai cara.







| http://id.news.yahoo.com/yn/20101028/tid-menengok-mentawai-setelah-tsunami-a143c86.html |
 
Copyright Kumpulan Cerita Dewasa © 2010 - All right reserved - Using Fozone Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.