GuruYang Hiperseks bag.2

Cerita yang lalu saya sdh sampaikan bahwa Paman dan
Ibu Tuty lebih sering bertemu dengan alasan bayar
iuran-lah ngawasin, saya belajar-lah, jemput saya
les-lah dan lain-lain. Begitu terus setiap saya les 2
minggu sekali, sampai pada suatu hari paman dipindah
tugaskan ke luar Jawa. Akhir-nya paman dan bibi pun
pindah rumah, sementara karena mereka tidak punya anak
rumah dititipkan kepada saya dan dua pembantu wanita
berusia 29 dan 18 tahun.

Anto kamu jaga diri baik-baik ya…, jangan nakal….,
belajar yg rajin terutama pelajaran bahasa Inggris-mu
jangan sampai nilai ulangan-nya buruk, percuma kamu
sudah les ke ibu Tuty ya kan bu…?, ah pak Herry bisa
saja…saya rasa Anto sdh mulai berani kok dalam
mengerjakan soal-soal bahasa. Ngomong2 selamat jalan
pak-bu semoga di tempat yg baru suasana-nya
menyenangkan. Gila…. Saya pikir ibu Tuty dan paman
seolah tdk pernah terjadi apa-apa ketika mereka berdua
berbicara di depan saya dan bibi.

Setelah lulus SMP saya masih teruskan les saya ke ibu
Tuty karena pelajaran SMA tentu lebih sulit lagi
apalagi Bahasa menurut saya jadi sangat penting.
Seperti biasa sore itu saya ke-rumah ibu Tuty, di
depan jalan masuk rumah-nya ada 2 orang anak muda
(usia-nya diatas saya) tiba-tiba mereka mencegat saya
kemudian meminta uang…, awal-nya saya tidak begitu
peduli eh..mereka tiba-tiba menarik baju saya dan
hendak memukul karena tdk diberi uang sementara yg
satu-nya memegangi tangan saya…., ketika kawan-nya
akan memukul tiba2 ada suara halus menegor…, eh ada
apa ini… lepaskan dia..jangan ganggu dia….oh ternyata
ibu Tuty. Anto kesini….!, kamu duluan ke-rumah ibu
dulu, biar ibu yg bicara dengan mereka…, saya langsung
lari (uh….pengecut sekali ya..!). Dari balik pagar
rumah ibu Tuty saya lihat ibu Tuty bicara dengan
mereka, yg satu kelihatannya kesal malah ingin
mengganggu ibu Tuty…, kawan-nya coba memegang bahu-nya
tapi tiba-tiba mrk urungkan niat-nya…,entah apa yg ibu
Tuty bicarakan tetapi setelah itu mereka pergi.

Maka-nya kalau jalan kamu harus hati-hati to…, jangan
meleng melulu ngelamunin apa sih ?. Sana minum air
putih dulu supaya badan-mu segar. Saya menurut,
setelah itu saya siapkan peralatan belajar saya dan
mulai kembali berlatih. Ibu Tuty menemani saya sambil
terus memberi instruksi ketika saya salah menggunakan
grammar. Saya perhatikan dia oh….guru-ku kok cantik
sekali….., kapan saya bisa bergumul dengan-mu seperti
yg paman lakukan….. Heh… malah ngelamun kamu sdh
sana.., buka chapter 34 dengar dan kerjakan soal-nya
ibu mau ke belakang dulu….,saya hanya mengangguk.
Kemudian ibu Tuty berjalan ke-belakang, wah,,,, saya
pikir kesempatan nih bisa ngintip lagi…, ah tapi nanti
dia malahan curiga…, nanti aja deh kalau udah 1 jam.
Ketika sedang belajar sayup-sayuo terdengar ibu Tuty
sedang berbicara, saya tdk ambil peduli mungkin dia
sedang ngobrol sama tetangga-nya.
Satu jam selesai, saya pikir ini saat-nya ngintip nih
setiap jam ? lima sore pasti ibu Tuty mau mandi, kamar
mandi-nya memiliki lubang angin yg rendah sehingga dg
naik meja-pun saya bisa intip dia kebetulan posisi-nya
terlindung oleh ruangan yg gelap. Dengan berjalan
perlahan, saya berjalan ke kamar mandi, dg hati-hati
saya tempelkan kuping saya kepintu kamar mandi…
eh…terdengar lenguhan……dan erangan kecil di kamar
mandi….Uuuuuugggghhh……Oooooohhhhhh……Yyyyyyyyeeesss ss….
Saya penasaran dan segera naik ke meja yg biasa
dipakai ngintip.
Ya..Ampuuuunnn…, ketika saya lihat tampak ibu Tuty
dengan posisi duduk di kloset sedang ngelomoh ******
yg lumayan besar-nya, sementara pria yg satu-nya
berdiri sambil memegangi ******-nya kemudian berjalan
mendekat ibu Tuty sambil berkata…..’Ayo dong mbak…,
kan janji-nya sekaligus dua nih…, kita udah kasih foor
supaya murid ibu nggak babak belur ya ampun jadi tadi
ibu Tuty lakukan perjanjian dengan 2 org tadi dg
menawarkan diri-nya dupaya saya tdk di hajar oleh
mereka oh…ibu Tuty betapa baik-nya ada,
…….mmmmph…mmmph….. kata ibu Tuty sambil terus dengan
rajin ngelomoh ****** yg satu…, sementara tangan
satu-nya memelintir pelir-nya. Kemudian ibu Tuty
berdiri dan berkata saya selalu menepati janji sambil
dia buka kaos ketat- panjang-nya dan
Wooowwww……….kembali pemandangan yg paling panas yg
pernah saya lihat….., ayo dong kenapa bengong saja
sini…., siapa?, agus!.., Boy!…masa cuma diliatin…, apa
sdh nggak tahan ?. Kemudian ibu Tuty tarik tangan agus
dan didudukan-nya dia di Kloset tanpa ragu lagi dia
kelomoh ****** agus yg berdiri tegak…..hmmm lumayan
****** mu gus cukup besar tapi lumayan lah….sambil
langsung dia hisap ****** agus yg langsung merem melek
keenakan oooohhhhhh………..mbaaaaakkkkk enak
sekali…………ibu Tuty cekikikan kemudian dia melirik ke
Boy yg ******-nya baru dihisap tadi…., Boy?…, masa
segitu aja udah kalah sambil dia remas toket-nya dan
melirik genit dan bibir seksi-nya…..hihihihi ternyata
boy nggak ada apa-apanya gus
mmmmmppppffff….mmmmmphhhhh slurrruuuppp…. Ahhhhhh
******-mu mulai kenceng gus….. Boy yg sedari tadi
berdiri merasa kesal segera dia sergap ibu Tuty dari
belakang kemudian dia remas toket ibu Tuty sambil
berkata awas….ya….. saya bikin kamu jerit-jerit
keenakan….. hihihii…. Buktikan dulu omonganmuah….
Kata ibu Tuty sambil terus kelomoh ****** Agus yg
semakin memerah.
Oooohhhhhh…..Yyyyeeesssssss…..aaaahahhhhhhh……gitu dong
Boy….. Oh…..enak sekali ketika toket-nya di remas Boy
sementara putting-nya di mainkan dengan ujung jari
Boy…..Aaaaahhhhhhh…..udah kepengen masuk ya
Boy……Aaaahahhhhhhhhh……pantat ibu Tuty yg besar dan
montok tampak bergoyang2 ketika Boy gosokkan penis
tegang-nya ke pantat dan bibir vagina-nya…..
Aaaaaawwwwww Boy kamu sdh tidak tahan
ya…..hihihihihi………goda ibu Tuty….., Boy semakin
kesal….. tiba2 dia berdiri kemudian dia ambil sesuatu
dari kantong-nya dan oh….my good Boy memakai penis
sambungan yg samping-nya dipasangi bulu2 halus seperti
bulu landak….dengan penis tambahan ukuran total penis
Boy jadi lebih besar….. ibu Tuty yg sedang asyik
ngelomoh dan ngocok ****** agus tdk
memperhatikan-nya……, dia asyik kocok ****** Agus lebih
cepat dan lebih Cepat…….. tiba-tiba agus mengerang……
Aaaaaaahhhhhhhrrrgggghhhh….aku keluarrrrrrrr……
crot…crot….crot……. air mani agus muncrat dan dengan
segera di hisap habis oleh Ibu
Tuty…….Hihihihihihi…..ibu Tuty tertawa cekikikan …..ah
payah baru segitu aja sdh K.O…., mana Boy ayo dong Boy
kata ibu Tuty…., tiba-tiba dia di sergap Boy dari
belakang yg langsung meremas tetek-nya begitu ibu Tuty
melihat ke kiri…. Bibir seksi-nya langsung di serbu
oleh Boy….mmmmph..mmmmph…..oooohhhh….feeel so
goood…..Boy……oh… nggak heran kamu kelihatannya lebih
kuat daripada Agus…., tapi mmmmpppph….mmmpppphh…..
buktikan dulu dong hihihihi……ibu Tuty cekikikan
ngeledek….. sambil menahan geram Boy berkata
aaaahhhhh……dia jilat telinga ibu Tuty…..sementara
remasan-nya terus dilakukan……..jangan khawatir
mbak….., kamu pasti suka…..saya dari dulu suka sama
mbak…..karena mbak seksi sekali kayak Victoria
Paris….nih….mbak akan saya buktikan sambil mendorong
ibu Tuty ke dekat wastafel sehingga posisi-nya agak
menungging…..sementara remasan ke-teteknya tdk
surut…….dengan perlahan dia tempelkan penis bulu-nya
ke memek ibu Tuty……..nih mbak pasti suka sama yg
iiinnniihhhhhh………..sambil dia sodokkan dengan keras
penis buulu-nya…….Aaaawwwwwwww……….jerit ibu
Tuty…..mata-nya terbelalak……….mendapat serangan tiba2
dengan ukuran besar
pula……..Aaaaaahhhhhhhh……….Ooooohhhhh.h……….Hhhhhhh… …..hhhhhhhh…….
Dengan sedikit meringis dia tahan rasa sakit-nya dan
kemudian dia rasakan barang yg berada di dalam
vagina-nya…..oooohhhh….apa yg kau lakukan Boy…..kok
rasa-nya berbeda……aduuuuhhhh…..Geliiiiii..Boy Geliiiii
Boy……oooohhhhh…….
Boy dengan perlahan mulai menarik ******-nya disertai
erangan dan lenguhan ibu Tuty akibat gesekan memek
dengan ****** bulu-nya….., kira2 setelah ? keluar Boy
tekan kembali memek-nya…., dan setiap ditarik
itulah….ibu Tuty menjerit2 kenikmatan sementara
mata-nya terbelalak…., pinggul-nya bergoyang-goyang
menikmati setiap milli sensasi tarikan
bulu…..Oooohhhhh….Uuuuuugggghhhh…..Aaaaaggghhhhhh
enaaaaakkkk sekaliiiiii Boyyyyyyyy
hhhhhhh……hhhhhhhh………hhhhhhhhhhh…… Boy yg sedari tadi
sdh kesal tanpa ba bi bu lagi dengan posisi sedikit
jongkok dengan berpegangan ke pinggul ibu Tuty dia
kocok ****** bulu-nya dengan cepat dan kasar……
Aaaaaaaawwwwhhhhhhh………Aaaaawwwwwwhhhhh……Ooooohhhhh ………Ennnnnaaaaaakkkkkk
sekaliiiiiiiii……..pelaaaannnn….pelaaaannnn…Boooooy yyyy…..awwwwwwwhhhhhhhhhh.
Boy tidak peduli dia kocok terus ******-nya semakin
cepat dan semakin cepat…….., Tiba-tiba tubuh ibu Tuty
bergetar hebat dan pinggul-nya tampak berhenti
bergoyang.…..dia Orgasme… Ooooohhhh….Ooooohhhhhhhhhh
Aaaagghhhhh………tangannya ke pantat Boy kemudian dia
pegang den tekan pantat-nya hingga ****** Boy hilang
dari penglihatan…..Toket-nya yg semakin membusung
karena tangannya kebelakang diremas dengan kuat oleh
Boy untuk memaksimalkan orgasme ibu Tuty……….30 detik
tubuh-nya bergetar dan akhir-nya tertunduk lemas…..
Boy cabut ****** bulu-nya dan dia balik tubuh ibu
Tuty…..sambil berkata saya sdh bilang kamu pasti
menjerit2 kenikmatan mbak…..kata Boy sambil dia
rebahkan tubuh montok ibu Tuty dan kemudian langsung
menggumuli-nya kembali…..ayo mbak….kata-nya tadi
nantangin……ayoooo saya belum selesai…kata Boy sambil
langsung nyosor bibir seksi ibu Tuty…..belum sempat
menjawab langsung dapat serangan…..ibu Tuty-pun dengan
tersenyum membalas serangan Boy….mmmphhhh…mmmphhhh…Boy
ohhh….tadi nikmat sekaliiii……..jangan khawatir puaskan
dirimu sayang…..mmmphpphhhhh…. lidah mereka bermain
dan gilaaaa……Boy jilati seluruh tubuh ibu Tuty yg
langsung menggelinjang kenimatan……kemudian keisengan
Boy muncul lagi…, dia rupanya siapkan senjata lain utk
ibu Tuty…., sebuah tongkat karet sebesar 2 jadi dengan
benjolan seperti kelereng yg bisa bergerak
bebas…..Mbak yang ini pasti akan tambah
jeritannya….kata Boy sambil dia masukkan alat-nya ke
memek ibu Tuty….Ooooooooowwwwwwhhhhhh…apa itu
Boy……Oh….nikmat
sekali……aw….awwwhhh…aaawwwwhhhhh…..ketika dia
goyangkan pinggul-nya sang kelereng berpindah
menimbulkan sensasi yg luar
biasa…….aaahhhhh….oooohhhhh……..,sambil merojok2
alat-nya Boy menjept pentil ibu Tuty dan dia mainkan
dengan ujung jari-nya……Ammmpuuuuuunnnnn
Booooyyyyyy…..aku sdh tidak tahaaaaaaannnnn………jerit
ibu Tuty dengan mata terbeliak
kenikmatan……..Oooohhhhh…ooohhhhh……Aaaaaarrrrgggghh hhhhh
tubuh-nya kembali mengejang dan bergetar…..dia orgasme
lagi hanya selang sebentar dari yg
pertama…..Ooohhhh…gila kamu Boy…gila…… Agus
oh…Agus…kemana dia……, tampak Agus sdh terkulai lemas
sedari tadi di Bathup, rupanya dia memilih beronani
daripada bermain dengan ibu Tuty.
Addduuuuuhhhh…..kok celana saya makin basah ya ?…
(hahaha…mani saya kemana-mana nih…).

Boy kembali menggumul tubuh montok tersebut kemudian
dikangkangkannya kedua kaki ibu
Tuty……..Oh..Boy…Boy…nanti dulu Boy….aku masih
lemas…….., Booooyyyyyy.!!!!!!!……menjerit ibu Tuty
ketika ****** bulu Boy masuk dengan deras ke memek-nya
tidak sesakit tadi karena memek ibu Tuty sdh basah
sedari tadi…. Oooohhhhhh….Oooohhhhhh….ibu Tuty hanya
bisa melenguh….Boy sdh asyik kembali menggosok penis
bulu di memek ibu Tuty dengan cepat…., rupanya dia
ingin segera menyelesaikan pertempuran
ini……Ooohhh..aaahh…aaahhh….ooohhhh…uuuugggghhhh….d emikian
erangan dan lenguhan dari mereka berdua…….tiba-tiba
tubuh mereka mulai mengejang…..dan…..ahhhhhh
mabaaakkkk….aku mau keluar……aku juga Boy…….mereka
berpelukan erat…..dan dengan jeritan nikmat karena
bulu penis-nya di memek ihu
Tuty…..crot….crot…..crot…..seeeerrrrrrrr………ibu Tuty
mengejan sambil menghentak-hentakan kaki-nya dengan
kuat sementara mata-nya nanar melihat ketas sementara
Boy denga ketat memeluk tubuh montoknya sambil
mengeram. 35 detik mereka bergetar wooooowwww…pasti
banyak sekali keluarnya….mereka tergeletak lemas
sementara Agus sedari tadi masih bengong melihat ‘Live
Show’ yg hebat tadi…… Boy mencabut penis dari memek
ibu Tuty kemudian berdiri dan sambil tertawa senang
melihat ibu Tuty dengan toket raksasa-nya naik turun
kelelahan….. maka-nya jadi orang jangan sok tahu kata
Boy sambil kembali memakai baju kemudian mengajak Agus
meningglkan ibu Tuty yg tergeletak kelelahan di lantai
kamar mandi……, Ayo gus…hahahaha….. ternyata dia yg K.O
gus bukan aku….sambil berlalu mereka tertawa-tawa...BERSAMa
guru yang hiperseks bag.3
 
Copyright Kumpulan Cerita Dewasa © 2010 - All right reserved - Using Fozone Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.