Kenikmatan yang Terkubur - Cerita Mahasiswa

Kisahku ini terjadi pada waktu aku masih kuliah disebuah universitas negeri dikota L. Namaku Ivan, dikampus aku dikenal bukan saja oleh mahasiswa seletingku tapi juga kakak-kakak leting dan adik-adik letingku. Mungkin ini semua patut kusyukuri karena aku mempunyai wajah yang tampan menurut teman-temanku. Ada saja tanggapan mereka tentang diriku hingga bisa-bisanya mereka menjuluki aku "Abang Tampan". Memang wajahku diberi kelebihan sedikit oleh yang maha kuasa, rambut gondrong dengan alis yang bersambung, hidung mancung, bibir merah serta dilengkapi dengan jambang yang panjang. Dan bukannya aku sombong, mukaku tak pernah dihinggapi oleh yang namanya jerawat.

Kelebihan yang patut aku syukuri ini tidak membuat aku menjadi seorang yang haus akan pertualangan cinta. Mungkin karena aku berasal dari sebuah keluarga sederhana dan senantiasa menjalankan norma-norma agama membuatku agak pemalu serta tertutup akan masalah-masalah yang berbau seks.

Kisahku ini diawali dengan perkenalanku pada seorang gadis asal kota M, yang kebetulan berlibur dikota L. Namanya Meli, dia masih duduk dikelas ii SMU pada sebuah sekolah bergengsi di kotanya. Dari awal melihatnya aku sudah begitu tertarik, bagaikan terhipnotis pada pandangan pertama. Kulitnya yang kuning langsat dan tubuh yang tinggi semampai sangat menarik hatiku. Apalagi bila dia tersenyum, lesung di pipinya membuat dia semakin mempesona dimataku. Hal ini belum pernah kualami sebelumnya, yang biasanya aku cuek dengan yang namanya wanita harus membuat pengecualian untuk yang satu ini.

Singkat cerita setelah beberapa hari kami berkenalan dan beberapa kali berjumpa, dia telah menjadi pacarku yang sangat kucintai. Banyak persamaan pada diri kami hingga kami cepat merasa cocok. Dengan pengalaman-pengalaman akan seluk-beluk pacaran, kujalani hari-hariku bersama Meli sebatas peluk dan cium pipi saja. Mungkin hanya ini keberanian yang dapat kulakukan sebagai awal masa pacaran. Hingga pada suatu malam (tepatnya malam minggu) karena keadaan cuaca mendung kuajak Meli untuk mengunjungi tempat kostku, dan kebetulan akupun hanya sendiri ditempat itu. Di kamarku kami hanya duduk-duduk mendengar musik dan saling bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing. Entah dari mana keberanian itu datang, aku mencoba duduk lebih dekat dengan Meli yang pada saat itu sedang membolak-balik sebuah majalah remaja di atas ranjangku. Lalu dalam keadaan hening seperti itu, Melipun kelihatan salah tingkah dan untuk menutupinya dia sengaja mengikuti irama musik Paint my love-nya Michael Learns to Rock yang telah mengalun sejak tadi.

Sejenak kupandangi wajahnya yang ayu dengan kulit muka putih kemerahan, lalu kuraih dagunya hingga dia berpaling ke wajahku, kukecup keningnya sambil kukatakan "Aku sayang kamu Meli", dia hanya diam dengan mata yang sedikit sendu. Ingin rasanya aku mencium bibirnya seperti pernah kulihat pada film-film barat dan Blue film tapi semakin kubayangkan hal itu semakin kencang rasanya detak jantung ini. Dengan sedikit berhati-hati kuberanikan diri untuk mengecup bibirnya. Meli hanya diam dan sedikit memejamkan matanya. Dengan hati yang tidak karuan ini kuciumi hidungnya lalu perlahan-lahan turun ke bibirnya dan kuhisap pelan-pelan. Tanpa kuduga diapun membalas lumatan bibirku sambil sedikit bergeser dan memeluk diriku. Sungguh nikmat rasanya, rangsangan hebat yang belum pernah kurasakan. Sekian lama kami berpaut bibir, perlahan-lahan kuturunkan kecupanku ke lehernya dan kurebahkan dia hingga tidur telentang. Hingga saat kutindih Meli mendesah-desah bagai orang kehabisan nafas. Secara reflek pula tanganku menyentuh dua buah bukit kenyal dan langsung kuremas perlahan-lahan.

Udara dingin dan situasi seperti ini membuatku tidak bisa lagi menahan rangsangan hebat di dalam diri ini, tanganku mulai bergerak menarik baju Meli yang dia masukkan ke dalam roknya, lalu kusingkap hingga terlihat kulit perut yang putih bersih dan pusar yang indah. Kukecup dan kujilati tengah perutnya hingga Meli terengah-engah, dan tanpa kusuruh dia langsung membuka bajunya sendiri. Begitu terpana aku dengan pemandangan asing seperti ini, dua buah bukit yang ditutupi BH tipis membuatku terdiam beberapa saat, tapi Meli yang sudah terangsang hebat nampaknya mulai menyerangku dengan memeluk dan menciumku serta perlahan-lahan melepas satu persatu kancing bajuku. Setelah bajuku ditanggalkan lalu dia mulai mengecup dadaku dan menjilat perutku yang ditumbuhi bulu-bulu halus dialurnya. Kenikmatan luar biasa yang tak pernah kualami hingga penisku yang sejak tadi mengeras rasanya telah lembab oleh keringat dingin kenikmatan.

Perlahan-lahan kuraih wajahnya dan langsung kulumat bibirnya, permainan lidahpun sedikit demi sedikit mulai kujalani dengan agak kaku. Kemudian kupeluk dirinya sambil tanganku melepas kait BH yang menutupi dua buah bukit kembarnya. Setelah keadaan kami telanjang bagian atasnya, bagaikan hilang kesadaran langsung kuciumi daging kenyal yang ujungnya sedikit kemerah-merahan itu, dan penisku pun kugesek-gesekkan pada alat kelaminnya yang masih terhalangi rok. Biarpun kami tidak membuka celana kami masing-masing tapi gesekan itu membuat pelukan kami semakin menguat dan akupun semakin tak bisa menahan diriku lagi, hingga beberapa saat kemudian cairan sperma keluar membasahi celana dalamku dan dalam sekejap tercium bau sperma. Melipun tampaknya tahu akan hal itu dan Iapun tersenyum, katanya sih.. seperti bau aroma bayclean (cairan pemutih kain). Melipun menolak tawaranku untuk memuaskan dirinya, agar kami sama-sama puas. Mungkin karena malu dan menganggap kejadian ini hanya reflek belaka. Setelah dia kuantarkan pulang, akupun mulai membayangkan kejadian yang baru saja kualami, dan akupun berpikir begitu cepatnya aku klimaks hanya karena gesekan saja. mungkin juga karena hal ini adalah pertama sekali aku melakukannya.

Setelah masa liburannya habis, kemudian dia pamit padaku dan pulang kembali ke kota asalnya M. Kenangan manis itu membuat kami selalu diliputi rasa rindu, Interlokal, surat-menyurat adalah obat bagi kerinduan kami. Perkenalan dengan orang tuanya pun semakin membuat hatiku yakin akan memilikinya, begitu juga dengan Meli orang tuaku pun telah kuperkenalkan padanya. Pada saat itu kurasakan tiada halangan lagi bagi kami untuk menyatu seutuhnya. Hingga suatu saat musibah itu datang, Meli meninggal dunia setelah sebulan aku diwisuda untuk program D3. Sungguh pilu hatiku saat itu, kepergiannya yang tak terduga telah meninggalkan kenangan indah semenjak dia menjalani masa-masa indah denganku. Sudah 6 bulan berlalu hingga saat sekarang kutuliskan kisahku, masih terbayang kesan-kesan manis yang kujalani bersama Meli.
Maafkan aku Meli, semoga engkau tenang dialam sana.


TAMAT

4 Kegiatan Romantis Setelah Bercinta

Setelah bercinta sebaiknya jangan langsung tidur. Kegiatan foreplay atau setelah bercinta sama pentingnya dengan hubungan seks itu sendiri.

Dikutip dari askandjennifer, tidur setelah bercinta bisa membuat mood romantis dan seksi yang sebelumnya ada menjadi hilang dan membuat seks menjadi hal yang 'biasa'. Untuk itu sangat disarankan setelah bercinta melakukan kegiatan bersama pasangan.

Seperti dikutip dari iDiva, berikut ini empat kegiatan yang sebaiknya Anda lakukan setelah bercinta agar suasana tetap romantis dan hangat.

Berendam Air Hangat
Kegiatan mandi bersama tidak hanya dilakukan untuk foreplay, kegiatan ini dapat juga dilakukan setelah bercinta. Pastikan Anda mandi atau berendam menggunakan air panas agar tubuh lebih rileks. Anda dan pasangan juga dapat semakin intim dengan melakukan kegiatan bersama ini.

Menurut seksologis Dr Deep Chitroda, berendam bersama setelah bercinta dapat melepas rasa letih. "Hal ini untuk mencegah kelelahan dan kemalasan setelah berhubungan intim," ujar D Deep.

Memijat
Mendapatkan atau memberikan pijatan setelah berhubungan intim dapat merasa dimanja. Selain itu, perasaan sensual masih sangat terasa jika kedua pasangan saling bersentuhan setelah berhubungan seks. Pijatlah bagian kaki dan punggung pasangan atau bergantian. Kedua titi tersebut dapat melonggarkan otot-otot yang kaku setelah mencoba berbagai gaya saat bercinta.

Ngobrol
Berbicara tentang bagaimana menakjubkannya permainannya saat bercinta meerupakan topik menarik yang dapat dibahas setelah bercinta. Anda pun dapat membicarakan rencana-rencana Anda nantinya yang bisa dilakukan bersama-sama pasangan. Dengan sedikit rayuan dan bermanja-manja tentu membuat sesi obrolan menjadi lebih hangat.

Menciumnya
Berciuman merupakan tindakan klasik yang wajib dilakukan setelah bercinta. Saling berbaring dan memberikan kecupan lembut di dahi, pipi dan bibir dapat membuat suasana tetap panas. Dari berciuman dapat membuka sesi bercinta lagi.

Romantika Kelabu - Cerita Sex

Namaku Denny Tyas, aku seorang teknisi computer. Beberapa bulan yang lalu aku kenalan dengan seorang cewek keturunan yang bernama Cindy Kosasih. Dia, seorang gadis belia yang sangat cantik, tinggi, berkulit putih mulus dan berambut panjang. Dia tinggal di Pondok Indah, aku ketemu dengannya dalam suatu party di rumah temanku. Dia sebetulnya masih akan mencuti studinya di Melbourne, pada saat itu dia sedang liburan, jadi ia pulang ke Jakarta untuk beberapa bulan saja. Dia anak orang kaya, kamu bayangin saja, dia sekolah di Melbourne dan rumah di PI. Orang tuanya seorang ekspotir kelas menengah.

Aku sebetulnya agak minder juga kenalan dengannya, Kamu bayangkan saja, mana ada sih orang tua yang sudah mati-matian sekolahkan anaknya di luar negeri terus akhirnya cuma jatuh di pelukan teknisi computer. Dia sebetulnya tidak sombong, dia mau mengerti tentangku, dan sebulan yang lalu dia telah resmi jadi pacarku. Hubunganku dengannya sebetulnya tidak diketahui oleh orang tuanya. Jadi backstreet nih ceritanya. Aku sebetulnya cinta mati kepadanya, anaknya cantik, pandai gaul dan tidak sombong.

Suatu malam dia menelponku, dia minta di temani karena rumahnya kosong (kedua orang tuanya ke luar kota), kebetulan malam itu aku juga sedang suntuk banget memikirkan masa depanku. Malam itu juga tanpa ba.., bi.., bu lagi langsung aku pergi ke rumahnya di PI. Setelah aku sampai di rumahnya, ternyata benar, tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya. Sebetulnya aku curiga juga, kok rumah segitu besarnya masa sih tak ada pembantu atau penjaga seorangpun. Ah peduli amat pikirku, yang penting malam ini, aku bisa berduaan dengannya. Malam itu dia kelihatan anggun banget, dia memakai terusan tipis dari sutra sehingga setiap lekuk tubuhnya yang indah dapat terlihat dengan jelas. Oh my God, apakah aku mimpi dan ketemu dengan bidadari? Ternyata malam itu sungguh terjadi, dia nyata di depanku dan aku tertegun sejenak menyaksikan karya Tuhan yang sungguh Indah. Malam itu aku diajak untuk menginap di rumahnya, tentu saja tidak kutolak. Eh Malam itu juga dia mengajak tidur bersama, wah berani betul nih cewek, apa tidak takut aku makan?

Malam semakin larut dan udara dingin mencekam, dia sudah mau tidur dan akhirnya akupun menemaninya tidur. Wah, ternyata betul-betul gila nih cewek, ternyata dia tidak memakai apa-apa lagi selain terusan sutra warna perak itu, ketika dia naik ke tempat tidur, terlihat jelas puting susunya yang berwarna kemerahan. Ketika kita sudah ada di ranjang, dia bilang bahwa sebetulnya dia tidak lama lagi akan kembali ke Aussie untuk meneruskan studinya makanya malam ini dia ingin melepas rindu kepadaku. Setan juga nih anak, mana ada sih lelaki yang begitu bodoh menolak kalau ada seorang gadis cantik yang secara halus meminta untuk di cumbu, begitu juga aku, langsung saja kukecup bibirnya yang mungil lalu kuhirup air liurnya, dia tampak kesulitan bernafas. Setelah aksi cium-ciuman, kuhisap lehernya yang jenjang sampai menimbulkan cupang/tanda kemerahan dan diapun sepertinya sangat menikmati cumbuanku. Waktu terus berputar, aku sekarang telah membuka terusan yang dipakainya dan payudaranya yang sangat ranum telah tersaji dan siap untuk di hisap, ketika puting susunya kuhisap-hisap, dia merintih-rintih tanda kenikmatan. Puting susunya aku hisap secara bergantian, kiri dan kanan, dan kadang-kadang aku remas-remas sampai dia menjerit. Setelah puas memainkan payudaranya, aku lalu mulai menjilati pusar dan terus kurentangkan kakinya sehingga liang kewanitaannya merekah. Bulu kemaluannya jarang-jarang sehingga bibir kemaluannya kelihatan jelas masih indah seperti perawan. Sebetulnya aku baru kali ini melihat kemaluan wanita secara langsung, apalagi kemaluan seorang perawan. Begitu kurentangkan kakinya, liang kewanitaannya merekah berwarna merah muda dan bagian dalamnya kelihatan ada segumpal daging yang biasa di sebut clitoris. aku nafsu banget, langsung saja kujilati liang kewanitaannya dan kugigit clitorisnya, dia menjerit sambil menekan kepalaku sehingga mulutku jadi rapat sekali dengan bibir kemaluannya. Tak lama setelah itu, dia kejang-kejang sambil merintih, terus ada cairan bening kental mengalir dari liang kewanitaannya, baunya sedikit amis tapi tanpa pikir panjang langsung saja kujilat dan telan, ternyata dia telah orgasme. aku tidak jijik karena aku tahu bahwa dia masih perawan, jadi belum pernah di tusuk oleh orang lain sehingga masih bersih.

Setelah dia orgasme, tampaknya dia lemas tak berdaya, terus langsung saja kubuka celanaku biar barangku yang dari tadi sudah tegang bebas. Tanpa meminta ijin darinya, langsung kutusukkan penisku ke liang senggamanya. Wah susah juga, liang senggamanya masih sempit, sehingga penisku harus kutekan kuat-kuat sehingga bisa masuk secara perlahan-lahan. Ketika penisku mulai masuk, dia sepertinya senang sekali dan kelihatan seperti sangat menikmati permainan ini sehingga aku termotivasi lagi untuk memaju-mundurkan penisku. Akh nikmat sekali, penisku seperti di pijat-pijat, gerakan maju-mudur yang kulakukan main lama makin cepat sehingga dia terhentak-hentak diatas ranjang.

Permainan itu aku lakukan sekitar lima belas menit, lalu dia bilang bahwa dia mau keluar, lalu dia memeluk tubuhku erat sekali terus teriak kecil sambil mengendurkan pelukannya, oh terasa banget, liang kewanitaannya banjir lagi. Selang waktu satu menit, ketika aku mau keluar, kutekan penisku dengan sangat kuat ke liang senggamanya sehingga air maniku keluar di dalam liang kewanitaannya.

Setelah sama-sama mencapai orgasme, lalu kutarik penisku dan kusodorkan ke mulutnya, ternyata dia langsung menjilati batang penisku. Oh nikmat, dia jilati sampai bersih. Setelah itu saya pun balas menjilati bibir kemaluannya sampai bersih. Tak terasa waktu telah menunjukkan jam delapan pagi ketika aku bangun dari tidur, di garasi sepertinya ada bunyi mesin mobil, eh ternyata orang tuanya telah pulang, terus buru-buru aku pakai baju dan celanaku, aku lalu bangunkan si Cindy, dan diapun terjaga dan kaget bahwa orang tuanya sudah pulang. Aku sepertinya sudah tertangkap basah, motorku sudah kelihatan sama orang tuanya. Yah aku sudah pasrah, mau diapain juga aku terima saja.

Eh sialan ternyata si Cindy malahan membela diri dan bilang bahwa dia diperkosa olehku, kontan saja mamanya pingsan lalu papanya menelepon polisi, yah terus aku di penjara dan di hukum selama dua tahun potong masa tahanan. Sekarang aku hati-hati banget sama cewek, tidak mau melakukan kesalahan lagi, nikmatnya cuma sesaat, menderita dua tahun.


TAMAT

Cinta Abadi - Cerita Seks Abg

Hai, nama saya Noni. Sekarang saya masih kuliah di salah satu Universitas di Amerika. Cerita ini bermula dari 2 tahun yang lalu ketika saya dan Sinyo baru saja mulai pacaran. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 3 SMU. Semula kita ragu untuk melanjutkan kisah asmara kita ini karena saya akan melanjutkan sekolahku ke Amerika. Tapi kita sependapat untuk menjalani dulu keadaan ini. Pada waktu kelulusan, Sinyo bermaksud melanjutkan kuliahnya ke Bandung. Selama 2 minggu di Bandung Sinyo selalu mengeluh bahwa dia rindu denganku dan memintaku untuk menyusulnya ke Bandung.

Dengan alasan mau membuat visa ke Jakarta, akhirnya saya menyusul Sinyo ke Bandung. Di kost Sinyo, saya menyewa satu kamar untuk seminggu. Hari-hari pertama dilewatkan dengan canda tawa. Sebenarnya saya dan Sinyo suka melakukan petting. Tapi kita tidak pernah sampai melampaui batas.

Entah mengapa, pada hari ke-6, saat itu keadaan kost sedang sepi, terjadilah hal yang lain dari biasanya. Sementara kita menghabiskan waktu berdua di kamar. Waktu itu kita sedang bercengkerama. Seperti biasa dia tidak bisa diam kalau sedang berbicara berdua denganku. Dia mulai mencium bibirku dengan mesra. Tangannya mulai meraba buah dadaku dengan lembut. Perlahan, kancing bajuku dibukanya satu persatu. Sambil terus melumat bibirku, dia mulai melepaskan pengait BH-ku. Kemudian tampaklah buah dadaku yang walaupun tidak terlalu besar (34) namun cukup membuat Sinyo ketagihan untuk menciuminya.

Sinyo mulai menciumi dan meremas buah dadaku. Bila sudah begini, biasanya saya tidak akan tahan lama. Kemudian saya menindih Sinyo dan mulai menggesek-gesekan kemaluanku pada kemaluannya. Walaupun kita masih sama-sama mengenakan celana jeans, gesekan-gesekan yang saya lakukan itu terasa nikmat sekali. Saya membayangkan alangkah nikmatnya bila kemaluan Sinyo dimasukkan ke dalam liang kewanitaanku.

Sebenarnya saya termasuk orang yang berpendirian kuat untuk menyerahkan kesucianku pada malam pertama. Tapi saya merasa yakin bahwa Sinyolah yang akan menjadi calon suamiku. Dan mungkin karena saya terlalu mencintai Sinyo, sehingga saya rela menyerahkan kesucianku pada Sinyo.
Kemudian saya berkata kepada Sinyo "Kamu mau tidak melakukan itu dengan saya?".
"Saya tidak mau, kamu nanti akan menyesal".
"Saya siap, dan apapun resikonya saya tidak akan menyesal".
"Kalau kau memang menginginkannya, bukalah celanamu untuk membuktikannya".

Kemudian saya membuka semua celanaku sehingga saya sekarang tampil tanpa busana di depan Sinyo. Dia tampak terkejut dengan perbuatan nekat yang saya lakukan. Tapi kemudian dia menyadari bahwa saya bersungguh-sungguh. Kemudian dia juga menanggalkan celananya dan tampaklah kemaluannya yang sudah berdiri tegak menantang. Dia mulai menciumi bibir dan buah dadaku. Seolah tanpa sadar, saya terus mendesah, sementara Sinyo semakin menciumiku dengan buas. Terasa ada cairan hangat yang mengalir keluar melalui liang kewanitaanku.

Kurang lebih 10 menit kemudian Sinyo bertanya, "Apakah kamu sudah siap?".
"Ya, lakukan saja".
Sinyo mulai mengambil posisi agar kemaluannya dapat masuk ke dalam liang surgaku dengan tepat. Sambil terus menciumiku, tangannya mulai meraba-raba, mencari lubang senggamaku. Setelah ketemu, dibimbingnya kemaluannya menuju liang kewanitaanku. Dengan hati-hati ditekannya kemaluannya. Tapi kemaluannya selalu menemukan kesulitan dalam menembus kesucianku. Di samping itu, setiap kali dia berusaha memasukkannya, saya selalu meringis karena perih.

Dia kelihatan mulai resah karena selama 10 menit belum bisa menembus pertahanan saya.
"Noni, coba kamu lebarkan kedua kakimu lebih lebar lagi".
Saya menuruti permintaan Sinyo. Saya mengangkat kedua kakiku dan membukanya lebih lebar sehingga Sinyo dapat dengan leluasa mengarahkan kemaluannya ke liang senggamaku. Sedikit demi sedikit, kepala kemaluan dia mulai dapat masuk ke dalam liang kewanitaanku. Walaupun saya merasakan perih, saya mencoba untuk tidak mengeluh kepada Sinyo. Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya, hingga pada suatu saat, Sinyo mulai menekan kemaluannya dengan kuat.

Saya terpekik terkejut karena kemaluan Sinyo sekarang telah berada di dalam liang kewanitaanku semuanya.
"Sakitkah Sayang?".
"Ehm..., tidak apa-apa, teruskan saja".
"Kalau sakit bicaralah dan saya akan menghentikan semua ini".

Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya. Semula saya masih merasakan sakit, tapi kemudian saya mulai dapat merasakan kenikmatan ayunan pinggul Sinyo. Saat itu Sinyo hanya setengah sadar. Matanya mulai terpejam, seolah menikmati gesekan demi gesekan. Kadang Sinyo mempercepat gerakannya, kadang memperlambat. Sayapun mulai mendesah tidak karuan
"Uh..., Sayang, aduh nikmat sekali..., terus, ough...".
"Noni, aku cinta kamu..., nikmat nggak Sayang?".
"Ehm..., nikmat sekali, teruskan, lebih cepat lagi...".
Sinyo mulai mempercepat permainannya, dan sayapun mendesah sambil terus menyebut namanya. Sinyo semakin mempercepat ayunannya karena dia merasa telah hampir sampai klimaks.
"Sayang, apakah kamu keberatan kalau saya mengeluarkan sperma saya di dalam kemaluanmu?".
"Tidak, lakukan saja. dua hari yang lalu tamu bulananku sudah habis, jadi saya tidak mungkin hamil".

Kemudian Sinyo mengerang halus dan dia mengalami klimaks. Sebenarnya saat itu sayapun hampir mengalami klimaks, tapi ternyata Sinyo telah mendahuluiku, sehingga saya tidak merasakan klimaks saat itu. Sinyo kemudian lemas dan berbaring di sebelahku. Dari liang kenikmatanku mengalir cairan sperma Sinyo beserta beberapa tetes darah yang menjadi satu dengan spermanya.

Seolah kemudian saya tersadar, saya mulai menangis sesegukan. Saya menyesal telah melakukan semua ini.
"Sayang, maafkan, aku telah merusak dirimu!".
"Tidak, kamu tidak bersalah. Aku hanya merasa sedih, sekarang saya sudah tidak suci lagi".
"Noni, percayalah, saya tidak akan meninggalkan kamu".
"Saya percaya denganmu Sayang. Saya sangat mencintaimu".
"Saya juga cinta kamu".

Kejadian itu sudah berlalu hampir 2 tahun yang lalu. Kemudian saya melanjutkan sekolah saya ke Amerika. Hingga sekarang hubungan kami masih terus berlanjut, dan sekarang telah direstui oleh kedua belah pihak. Saya dan Sinyo berjanji untuk saling setia, walaupun jarak yang memisahkan kita begitu jauh. Semoga hubungan kami ini dapat terus berjalan sampai menuju jenjang pernikahan nanti.


TAMAT

Cerita Seks Dukun Cabul - Cerita Mesum

Sekitar setahun setelah saya bercerai, ada teman yang mengajakku pasang susuk. Katanya sudah banyak teman-temannya yang kesana. Pertama-tama saya tidak berminat, terus dia pergi sendiri. Seminggu kemudian kami ketemu lagi, langsung saja saya bertanya bagaimana susuknya. Dia cuma tersenyum sambil berkata, "kamu kesana deh, cocok buat yang sudah lama tidak begitu". Saya heran lalu saya tanya lagi apaan, tapi dia tetap saja tersenyum. Karena penasaran, akhirnya saya juga kesana. Ternyata dukunnya tidak jelek-jelek amat (seperti di film-film kurus dan tua), malah cenderung ganteng walau agak berumur. Waktu saya beri tahu maksud kedatanganku, dia bertanya-tanya banyak hal, seperti status saya, jadwal mens, dll. Sedikit heran, tapi saya jawab. Terakhir akhirnya dia bilang, kalau pemasangan susuk yang saya minta harus dilakukan lewat cara bersenggama. Mukaku langsung merah padam (maklum, waktu itu saya baru menjanda, dan hubungan badan terakhir cuman sama eks-suamiku). Tapi saya lihat, pak dukun justru tenang-tenang saja, mukanya tidak berubah, tidak tahu apa dia punya ilmu hipnotis yang bisa mempengaruhiku atau kepercayaanku bahwa dia betul-betul profesional (sekedar ingin bersetubuh denganku), akhirnya saya setuju.

Lalu dia melakukan perhitungan berdasarkan jadwal mensku, terus dia mencari tanggal yang tepat dimana saya lagi tidak subur. Pada hari yang ditentukan, saya kembali lagi ke sana. Lalu saya dibawa ke belakang, ke sebuah ruangan khusus (seperti ruang praktek dokter), terus disuruh minum segelas minuman (spertinya itu obat perangsang, sebab tidak lama saya langsung merasa relax dan panas). Sekitar setengah jam kemudian, pak dukun masuk lalu mengambil topeng dari lemari. Saya lalu berbaring diatas ranjang. Pelan-pelan pak dukun membuka kancing blusku. Setelah terbuka semua blus itu disibakkannya ke pinggir (tidak dilepas). Mulutnya komat-kamit membaca mantra lalu kepalanya mulai menunduk di atas dadaku. Tak lama lidahnya mulai bergerak-gerak diatas putingku, sambil tangannya mengelus-elus pahaku. Pengaruh obat dan rangsangan itu membuatku melayang-layang. Tidak berapa lama saya sudah basah (kelewat basah malah, karena saya sempat orgasme sama jari pak dukun). Lalu pak dukun pindah di kakiku. Rokku dibuka, celana dalam juga. Terus dia meniup-niup liang kewanitaanku sambil komat-kamit. Putingku rasanya dingin karena BH yang saya pakai basah oleh ludah pak dukun (kebetulan saya pakai BH yang renda-renda dan cupnya cuma sepotong). Setelah ditiup-tiup, kakiku mulai dilebarkan. Lalu pak dukun menurunkan celananya. Penis pak dukun panjangnya biasa-biasa saja (seperti eks-suamiku) tapi punya dia lebih gemuk (sangat gemuk) dan melebar ke samping. Di sini saya belajar bahwa panjang penis cowok tidak begitu berpengaruh terhadap kenikmatan, tapi lebarnya yang berpengaruh. Pak dukun ngocok-ngocok penisnya sambil komat-kamit membaca mantra. Terus dia mulai memasukkan penisnya ke dalam liang senggamaku. Waduh, rasanya..., tidak tahu apakah karena saya sudah lama tidak mendapat service, atau memang nikmat, tapi yang jelas waktu itu saya sampai berteriak keenakan. Pak dukun juga seingat saya cukup ahli memuaskan wanita, sebab dengan goyangan-goyangan pantatnya itu saya sampai dua kali orgasme. Dia sendiri sepertinya enjoy juga (jelas, liang kewanitaanku termasuk rapat dan diantara pasien-pasiennya saya termasuk paling muda). Saya tidak peduli lagi, pokoknya kami berdua enjoy banget.

Ketika saya memasuki orgasme yang ketiga, pak dukun juga sudah mau orgasma. Penis gemuknya dihunjamkan sedalam-dalamnya ke dalam liang senggamaku. Wah, saya langsung meledak sambil menjepit erat-erat pantatnya. Bersamaan denganku, pak dukun juga meledak. Yang paling saya ingat waktu itu, sambil merem-melek dan meringis keenakan, pak dukun masih sempat mengucapkan mantera seperti, "Aahh..., ss..., blablabla..., ss..., hh..., blabla..., hh... ooh..., mm..", Terus dia membantuku melepaskan rasa nyaman dengan menciumiku sambil mengelus-elus dadaku.

Setelah saya kembali sadar, dia juga mulai bangkit. Penisnya masih menggelantung mengkilat, dia nmengambil tissue buatku. Lalu dia menunjukkan pintu kamar mandinya. Wah, pakaianku berantakan dan kusut (habis tidak dibuka sih).

Akhirnya saya cuma pipis dan mencuci kemaluanku sedikit saja. Waktu keluar pak dukun sudah pakai baju. Terus dia bilang susuknya sudah masuk, dibawa oleh spermanya katanya. Terus dia pesan saya jangan takut hamil, karena sudah dihitung baik-baik harinya. Setelah menerima amplop dariku (sesuai pesan teman 50.000 cukup), lalu saya disuruh pulang. Sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya punya susuk, ataukah itu cuma alasan dukun cabul untuk meniduri perempuan. Yang jelas waktu itu saya merasa puas juga, dan syukur sampai hari ini saya tidak kena penyakit kelamin atau sejenisnya. Saya pikir biarlah, hitung-hitung sama saja dengan menyewa bebek.

Kabar terakhir tentang pak dukun, kata temanku dia pindah ke Ambon. Saya tidak tahu di sana dia praktek juga atau tidak lagi. Tapi baru-baru ini saya baca surat kabar KOMPAS (belum seminggu korannya), ada cerita tentang dukun yang suka gituin istri orang. Mungkin itu dia, kalau kamu tertarik bisa buka-buka koran kompas, tapi saya tidak pasti tanggalnya.


TAMAT

5 Posisi Bercinta yang Menjelaskan Sifat Pria

Pernahkah terpikir di benak Anda bahwa posisi bercinta yang diterapkan pasangan ternyata menjelaskan karakter dirinya? Seksualitas seseorang berkembang sesuai kedewasaannya, ada yang melaluinya dengan cepat adapula yang lambat. Pendewasaan diri dan pembentukan watak ini nampaknya secara tidak sadar terbawa dari caranya memilih posisi bercinta.

Dikutip dari situs AskMen, ada lima posisi bercinta yang paling umum dan sering digunakan pria. Kelima posisi ini secara garis besar menjelaskan bagaimana karakter dan sifatnya.

1. Doggy Style
Posisi ini melambangkan rasa tidak hormat terhadap wanita. Ketimbang memberikan perlakuan kasih sayang, posisi ini cenderung berkesan 'merendahkan'. Diduga pria yang menyenangi posisi ini, mengalami banyak penolakan saat ia tumbuh dewasa, entah itu penolakan dari lawan jenis, teman-temannya, maupun keluarga. Ia melampiaskan rasa kekecewaannya dalam posisi ini. Posisi ini kerap digunakan oleh para 'player' yang hanya mencari cinta satu malam, yang jelas tidak mengerti makna cinta sejati dan kesetiaan.

2. Misionaris
Posisi klasik dan tradisional dalam bercinta, membuatnya dinamakan 'misionaris' (hanya menjalankan misi). Pria yang menggunakan posisi ini biasanya tipe yang konservatif, tidak berani mengambil risiko dan senang mengikuti peraturan dalam hidupnya. Ia tidak menganggap aktivitas seksual sebagai sesuatu hal yang penting namun hanya sebagai kewajiban yang dilakukan oleh suami istri. Posisi ini juga mengartikan bahwa ia pasangan yang cenderung monoton, namun mengagumi Anda sebagai pasangannya.

3. Cowgirl
Bisa dibilang posisi ini adalah favorit pria pemalas. Bagaikan anak tunggal yang selalu dipenuhi segala permintaannya, posisi ini menuntut kerja keras dari pihak wanita. Pria yang gemar menerapkan posisi ini cenderung hidup nyaman dan jarang ingin berusaha lebih untuk kehidupan yang lebih baik. Diduga pria ini akan mengandalkan pasangannya terus-menerus dalam membuat segala keputusan. Posisi ini juga mengartikan bahwa ia tipe pria yang ingin segala sesuatunya cepat diselesaikan, apapun cara yang mesti ditempuh.

4. Spooning
Bagi pria yang menyenangi posisi ini, berarti ia senang berada dalam subuah hubungan yang mengikat. Selama hidupnya diperkirakan ia mengalami masa-masa yang sulit, namun ia berhasil membangun rasa percaya diri dan mandiri. Menjalani hidup sendiri merupakan hal yang mustahil dilakukan baginya. Itulah sebabnya ia sangat memuja pasangannya, dan seakan tidak ingin lepas darinya. Sayangnya tipe ini cenderung posesif dan penuh rasa cemburu. Ia akan panik saat Anda tidak memberi kabar ataupun menghilang hanya sebentar saja.

5. Kucing
Posisi ini dilakukan dengan wanita berbaring tengkurap, dan kemudian sang pria melakukan penetrasi dari atas dengan tumpuan tangan yang lurus seperti berpose yoga. Mirip dengan posisi doggy-style dengan pendekatan spooning. Tidaklah heran posisi ini difavoritkan dalam buku ilmu seks tantrik. kabarnya, posisi ini menandakan pria tersebut tidak perduli dengan hal-hal duniawi, namun spiritual. Ia sangat mengutamakan keseimbangan dalam kehidupan maupun percintaan. Tipe pria yang sabar namun mudah kehilangan arah saat pasangannya tidak perduli lagi akan dirinya.

Sex di Kereta Api Bandung-Jakarta - Cerita Sex

Urusan kantor telah selesai dan hari itu juga aku harus kembali ke Jakarta karena ada janji dengan pacarku malam ini. Rasanya capek sekali terutama pikiranku. Aku segera ke Stasiun Bandung untuk memburu Kereta Api Argo Gede yang ke Jakarta. Tiket telah dipesankan relasiku di Bandung. Aku dapat tempat duduk di Kereta I bangku 8B.

Setelah kutemukan tempatnya, aku selonjorkan kakiku dan mulai pejamkan mata. Kubayangkan pacar manisku yang menunggu di stasiun. "Permisi Mas...", kudengar suara lembut. Dengan cuek kakiku kutekuk dan gadis itu melewatiku untuk duduk di sebelahku. Mataku tetap terpejam. Kucium wangi parfumnya. Ah, mahal juga, batinku. Kereta mulai berjalan. Aku selonjor kembali dan tanganku kuletakkan di perutku. Rasa kantuk mulai menyerangku. Sekitar setengah jam perjalanan, kantukku makin menjadi. Tanpa sadar tanganku jatuh ke samping. Sempat menyentuh kaki gadis sebelahku tapi segera kutarik kembali. Dua kali tanganku terjatuh. "Maaf...", kataku tetap merem dan badanku kutegakkan. Aku kembali terkantuk-kantuk. Kurasakan tanganku terjatuh kembali. Kali ini ke samping, ke celah antara aku dan dia duduk. Aku sudah tak mampu lagi mengangkatnya. Sudah terlalu ngantuk. Atau barangkali sudah setengah tidur tapi sedikit aku masih merasakannya. Agak lama tanganku di sampingku. Dan kurasakan tangan halus menyentuh tanganku, Aku diam saja. Aku merasa tanganku diremas. Cukup lama tanganku diremas dan tanganku lemas saja. Kesadaranku mulai pulih. Tapi aku pura-pura tetap memejamkan mata. Tanganku sengaja kulemaskan agar dikira aku benar-benar tidur. Perlahan tanganku dibawa ke pahanya. Ah sepertinya dia memakai rok mini. Halus sekali pahanya, Hangat. Tanganku digeser-geserkan ke pahanya. Aku tetap memejamkan mata. Aku tidak tahu sekitarku. Mungkin dia lihat-lihat dulu, kalau tidak ada yang lewat tanganku digeser-geser.

Aku juga merasa tangannya mengambil tiket di sakuku ketika kondektur lewat di bangku kami. Tiba-tiba dia meletakkan tanganku kembali ke samping. Mungkin dia sudah tahu kepura-puraanku. Aku berlagak seperti bangun tidur. Dan pura-pura tak tahu apa-apa. Aku mulai membuka mata. Kutengok gadis sebelahku. Dia menghadap jendela. Ah cantik sekali. Tinggi cantik mulus. Rambutnya dicat agak pirang seperti gadis sekarang. Benar, Dia memakai rok mini. Pahanya mulus sekali. Kupandangi dia sambil pura-pura melihat pemandangan ke luar jendela. Tanpa menengok, gadis itu meletakkan tangannya ke samping. Hmm..., Aku tanggap. Perlahan kugeser tanganku dan keletakkan di atas tangannya. Dia menyambutnya. Tanganku digenggam erat. Tapi aku tetap pura-pura tak tahu sambil melihat ke luar jendela.
"Ke Jakarta?", tanyaku memecah kekakuan.
"Ya", jawabnya sambil menoleh padaku. Wow..., cantik sekali. Pasti blasteran. Bibirnya tipis menantang. Tangan kita tetap saling meremas.
"Sorry, aku tadi ngambil tiketmu di sakumu", katanya.
"Oh ya? kondekturnya sudah lewat?", tanyaku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
"Yilly", ujarnya sambil mempererat genggamannya. Dia pakai tangan kanan dan aku pakai tangan kiri. Tangan kita tersembunyi di celah antara kita duduk.
"Herman", kataku. Aku tersenyum, diapun tersenyum penuh pengertian. Cukup lama kita duduk sambil berpegangan tangan.
"Aku mau kebelakang, merokok", bisikku. Aku lalu bangkit. Berjalan ke belakang dekat kamar kecil. Kukeluarkan rokokku dan aku mulai merokok sambil melihat pemandangan luar dari kaca pintu kereta.

Kira-kira 10 menit pintu otomatis terbuka. Yilly keluar. Dia lihat aku sebentar dan tersenyum. Aku tersenyum juga. Dan dia masuk kamar kecil. Aku melanjutkan merokokku sambil melihat keluar.
"Her...", kudengar bisikan. Aku menengok. Kulihat Yilly mengintip dari pintu kamar kecil sambil memberi kode agar aku mendekatinya. Aku masih diam, Bengong. Dia lambaikan lagi tangannya. Aku berjalan ke arahnya.
"Masuklah...", bisiknya ketika aku ada di depan pintu kamar kecil. Gila Yilly telah telanjang bulat di kamar kecil. Pintu segera ditutup begitu aku masuk. Aku langsung dipeluk dan diciumnya. Aku segera menguasai diri. Kubelai seluruh tubuhnya. Sambil berciuman, kuusap pantatnya yang padat dan mulus.

Aku turun menciumi lehernya. Kujilati sambil meremas-remas dadanya. Tangan Yilly membuka sabuk dan ritsluiting celanaku. Tanganku lalu bergerak ke bawah. Kuusap liang kewanitaannya yang mulai basah. Kumainkan clitorisnya hingga dia melenguh. Suara kereta menelan suara desah Yilly. Tangan Yilly meremas-remas penisku. Aku merasa mulai keras. Tangan halusnya mengocok penisku yang telah keluar dari sarangnya. Sementara itu mulutku terus mengunyah payudaranya. Yilly mulai tidak tahan. Dia lalu nungging sambil memegang wastafel. "Sekarang Her...", Desahnya. Aku pelorotkan sedikit lagi celana panjang dan Cd-ku. Perlahan aku mulai tusukkan penisku. Ahh..., Kereta bergoyang. Aku juga mulai menggoyang Yilly. Dia memejamkan mata. Aku memeluknya dari belakang sambil memegang payudaranya. Tusukanku makin lama makin cepat dan keras. Aku mulai berkeringat. "Kamu diam Her..., rasakan tusukan Argo Gede", bisiknya sambil menoleh. Aku mengikutinya. Benar saja. Aku diam. Tapi Kereta secara otomatis telah menggoyangku untuk memasukinya. Ah..., nikmat sekali, penisku seperti diremas-remas oleh liang kewanitaan Yilly. Aku memeluknya lebih erat. Tanganku kencang memegang payudaranya.
"Aku mau nyampe...", desahnya.
"Aku juga...", bisikku. Aku makin erat mendekap dia. Kereta menggoyang kita. Enak sekali. Cukup memasukkan penisku ke liang senggamanya dan goyangan terjadi otomatis. Aku merasa spermaku mau keluar.
"Di dalam atau di luar?", bisikku.
"Dalam saja", desahnya terengah. Dan..., aku mengejang..., Yilly mengejang..., spermaku berhamburan menyemprot di dalam liang kewanitaan Yilly. Aku nikmati keadaan ini sampai habis. Aku basuh dengan air dari wastafel. Kukancingkan celanaku dan sabukku. Kucium Yilly sekali lagi sambil memegang payudaranya. Aku mengintip keluar pintu. Aman.

TAMAT
 
Copyright Kumpulan Cerita Dewasa © 2010 - All right reserved - Using Fozone Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.